Sen, 08/06/26 · 07.59.32
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Nasional

Sungai Toribulu Meluap, Banjir Rendam Delapan Hektar Sawah di Parigi Moutong

Dayank Ana Sebalu
Dayank Ana Sebalu
Senin, 8 Juni 2026 · 13:381 menit baca
Sungai Toribulu Meluap, Banjir Rendam Delapan Hektar Sawah di Parigi Moutong
Hujan deras menyebabkan Sungai Toribulu meluap dan memicu banjir di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Delapan hektar area persawahan warga dilaporkan terendam. (Dok. BNPB)

Badan Nasional Penangulangan Bencana (BNPB) menghimpun kejadian bencana yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia dalam periode Minggu (7/6/2026) pukul 07.00 WIB hingga Senin (8/6/2026) pukul 07.00 WIB. Salah satu peristiwa yang menonjol adalah banjir yang merendam area persawahan di Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah.

Bencana banjir tersebut melanda dua desa di Kecamatan Toribulu, yakni Desa Toribulu dan Desa Sienjo, pada Minggu (7/6/2026) pukul 10.40 WITA. Peristiwa ini dipicu oleh guyuran hujan dengan intensitas tinggi dalam durasi yang cukup lama, sehingga menyebabkan Sungai Toribulu meluap ke kawasan sekitar.

Akibat luapan sungai tersebut, sektor pertanian setempat mengalami dampak kerusakan fisik yang cukup signifikan. Pihak otoritas mencatat sebanyak lima hektar area persawahan di Desa Toribulu dan tiga hektar area persawahan di Desa Sienjo dilaporkan terendam air.

Gempa M 7,7 Sangihe Sulut Picu Tsunami Minor, Warga Pesisir Diminta Jauhi Pantai
Baca Juga

Gempa M 7,7 Sangihe Sulut Picu Tsunami Minor, Warga Pesisir Diminta Jauhi Pantai

Asesmen dan Imbauan Kesiapsiagaan

Merespons banjir tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong bersama unsur terkait dilaporkan langsung turun ke lapangan. Petugas gabungan telah melakukan proses asesmen di lokasi terdampak serta berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa setempat untuk mendata kerugian lebih lanjut.

Seiring masuknya laporan penanganan tersebut, BNPB mengeluarkan imbauan resmi kepada seluruh jajaran pemerintah daerah dan masyarakat luas untuk tetap meningkatkan kesiapsiagaan serta kewaspadaan. Langkah antisipasi dini perlu diperketat terhadap potensi bencana hidrometeorologi, khususnya banjir, tanah longsor, dan fenomena cuaca ekstrem lainnya.

Publik diminta untuk terus memantau pemutakhiran informasi resmi dari kanal pemerintah daerah, BPBD, BMKG, serta PVMBG. Respons cepat dan kesiapsiagaan dari seluruh unsur dinilai menjadi langkah krusial dalam meminimalkan risiko serta dampak buruk dari ancaman bencana di lapangan.

(Dayank Ana)