Sel, 09/06/26 · 21.39.26
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Nusantara

Biaya Perawatan Infrastruktur IKN 300 Miliar Pertahun

Dayank Ana Sebalu
Dayank Ana Sebalu
Selasa, 9 Juni 2026 · 13:202 menit baca
Biaya Perawatan Infrastruktur IKN 300 Miliar Pertahun
Komisi II DPR menyoroti pembengkakan biaya perawatan harian infrastruktur IKN sebesar Rp300 miliar per tahun di tengah penegasan status Jakarta sebagai ibu kota. (Dok. Humas OIKN)

Anggota Komisi II DPR RI, Komarudin Watubun, menyoroti keberlanjutan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur setelah Mahkamah Konstitusi (MK) menegaskan bahwa Jakarta masih berstatus sebagai ibu kota negara. Hal yang menjadi perhatian utama parlemen adalah pembengkakan biaya perawatan (maintenance) berbagai infrastruktur yang telanjur dibangun di kawasan tersebut.

Komarudin menilai, keputusan MK tersebut secara tidak langsung memunculkan persoalan baru terkait efisiensi anggaran pemeliharaan fisik di lapangan.

“Ya itu yang menjadi masalah. Karena proyek pembangunan infrastruktur sudah terjadi di sana. Setiap bulan, setiap hari membutuhkan maintenance. Itu uang dari mana? Ya, negara keluar buat proyek ambisius yang tidak memperhitungkan sisi buruknya. Tapi ya bagaimana lagi, semua fraksi mendukung pada waktu itu,” kata Komarudin di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026).

Secara de facto, Komarudin menyebut Jakarta masih menjadi pusat pemerintahan lantaran progres pembangunan di IKN belum sepenuhnya rampung. Menurutnya, pemindahan status ibu kota negara belum bisa direalisasikan secara penuh selama kesiapan infrastruktur dan regulasi di IKN belum tuntas.

Hari Lingkungan Hidup, Otorita IKN dan Mitra Tanam 1.153 Pohon di KIPP
Baca Juga

Hari Lingkungan Hidup, Otorita IKN dan Mitra Tanam 1.153 Pohon di KIPP

Usul Optimalisasi Gedung Pemerintahan
Guna mengantisipasi besarnya biaya pemeliharaan agar tidak menjadi sia-sia, Komarudin mengusulkan agar gedung-gedung yang telah berdiri di kawasan IKN segera dimanfaatkan sementara oleh para pejabat negara. Ia mencontohkan mahalnya biaya operasional harian pada Gedung DPR/MPR RI di Jakarta yang berdiri di atas lahan sekitar 8 hektare sebagai gambaran beban perawatan fasilitas publik.

“Gedung DPR ini saja tiap hari harus dibersihkan, disapu, cabut rumput. Apalagi satu kota itu, uang dari mana yang harus dicari? Ibu kota tidak pindah tapi tiap hari pembersihan, tiap bulan berapa biaya miliaran keluar. Negara dalam kondisi keuangan susah begini, dari mana duit-duitnya,” ujar Komarudin.

Sebagai langkah konkret, dirinya mendorong agar sejumlah menteri atau Wakil Presiden mulai berkantor secara aktif di kawasan IKN. Menurutnya, pemanfaatan berkala tersebut jauh lebih baik daripada membiarkan kompleks bangunan baru itu terbengkalai tanpa fungsi selama satu tahun terakhir.

Beban APBN hingga Target Pemdasus 2028
Terkait besaran anggaran, Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, sebelumnya memang memperkirakan bahwa kebutuhan dana untuk perawatan berkala infrastruktur di IKN berkisar antara Rp200 miliar hingga Rp300 billion per tahun.

Cegah Proyek Mangkrak dan Beban APBN, Fraksi PDIP Desak Pejabat Negara Segera Huni IKN
Baca Juga

Cegah Proyek Mangkrak dan Beban APBN, Fraksi PDIP Desak Pejabat Negara Segera Huni IKN

“Sekitar Rp200 miliar-Rp300 miliar,” ujar Basuki di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat.

Basuki memaparkan bahwa seluruh biaya pemeliharaan tersebut untuk sementara waktu akan sepenuhnya ditanggung oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pola pembiayaan ini akan terus berjalan hingga Otorita IKN resmi ditetapkan dan bertransisi sebagai Pemerintah Daerah Khusus (Pemdasus) yang ditargetkan terbentuk pada tahun 2028 mendatang.

Guna menopang jalannya proyek dan operasional kawasan, Basuki tercatat mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp16,13 triliun untuk tahun anggaran 2026. Angka usulan tersebut melonjak signifikan di atas pagu indikatif tahunan Otorita IKN 2026 yang sebelumnya telah ditetapkan pemerintah sebesar Rp5,05 triliun.

(Dayank Ana)