Rab, 19/08/26 · 14.09.42
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Peristiwa

Mainan di Tengah Tenda Pengungsian: Kepala BNPB Pastikan Pemulihan Mental Anak-Anak Korban Gempa NTT

Achmad Fatoni
Achmad Fatoni
Rabu, 19 Agustus 2026 · 19:471 menit baca
Mainan di Tengah Tenda Pengungsian: Kepala BNPB Pastikan Pemulihan Mental Anak-Anak Korban Gempa NTT
Kepala BNPB memberikan bingkisan dan dukungan moril kepada anak-anak penyintas gempa di Desa Peozaka Ramba, Kabupaten Ende, Rabu (19/8). (Dok. BNPB)

Di tengah kepanikan dan reruntuhan pascagempa bumi bermagnitudo (M) 7,7 yang mengguncang Flores pada Sabtu (15/8), anak-anak di Desa Peozaka Ramba, Kecamatan Ende, Nusa Tenggara Timur, menjadi kelompok paling rentan yang terpapar trauma.

Menanggapi situasi darurat ini, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto, turun langsung meninjau lokasi pengungsian pada Rabu (19/8).

Selain mengevaluasi kerusakan infrastruktur dan memastikan percepatan dana perbaikan rumah sebesar Rp15 juta untuk rusak ringan, Rp30 juta untuk rusak sedang, serta hunian tetap bagi rusak berat Kepala BNPB memberikan perhatian khusus pada kondisi psikologis anak-anak penyintas.

Di tengah keterbatasan tenda darurat, ia menyempatkan diri untuk berinteraksi langsung serta menyerahkan bingkisan berupa makanan ringan dan mainan sebagai bentuk dukungan moril agar mereka tetap merasa diperhatikan dan dapat melewati masa sulit pascagempa dengan lebih tenang.

Kemarau Agustus: Karhutla Kepung Bromo hingga Rinjani, Salatiga Dilanda Krisis Air
Baca Juga

Kemarau Agustus: Karhutla Kepung Bromo hingga Rinjani, Salatiga Dilanda Krisis Air

Perhatian terhadap aspek mental ini juga sejalan dengan komitmen pemerintah dalam memastikan keselamatan dan ketenangan warga secara menyeluruh. Kepala B terus mengingatkan masyarakat agar tetap waspada dan mengikuti arahan petugas.

“Bapak dan Ibu tidak sendiri. Pemerintah hadir dan akan terus mendampingi. Yang terpenting sekarang kita jaga keselamatan bersama, tetap tenang, dan ikuti arahan petugas. Setelah itu, kita bersama-sama memperbaiki apa yang rusak dan membangun kembali kehidupan masyarakat,” pungkas Suharyanto.

(Toni)