Rab, 24/06/26 · 13.26.21
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Sepak Bola

“Bangunkan si Monster”: Ronaldo Bungkam Kritik, Portugal Pesta Gol 5-0

Hendrawan
Hendrawan
Rabu, 24 Juni 2026 · 18:392 menit baca
“Bangunkan si Monster”: Ronaldo Bungkam Kritik, Portugal Pesta Gol 5-0
Cristiano Ronaldo mencetak dua gol dan memecahkan dua rekor dunia saat membawa Portugal menggulung Uzbekistan 5-0 untuk lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2026. (Dok. Ronaldo/Via Instagram)

Kritik tampaknya menjadi bahan bakar terbaik bagi Cristiano Ronaldo. Setelah menjawab keraguan tajam pasca-penampilan minor saat kontra RD Kongo, penyerang berusia 41 tahun itu mencetak brace mematikan untuk membawa Portugal menggulung Uzbekistan 5-0 di Stadion Houston, Selasa (23/6/2026). Kemenangan telak ini tidak hanya menyegel tiket babak 16 besar bagi Selecao das Quinas, tetapi juga menempatkan nama Ronaldo ke dalam buku sejarah sepak bola dunia dengan dua rekor baru.

Laga baru berjalan enam menit ketika Ronaldo membuka keunggulan melalui penyelesaian klinis setelah menyambar umpan silang Joao Cancelo. Gol tersebut mencatatkan sejarah bagi sang kapten sebagai satu-satunya pesepak bola yang mampu mencetak gol dalam enam edisi Piala Dunia yang berbeda. Momentum kian memuncak pada menit ke-39. Penyerang Al Nassr ini kembali menggetarkan jala gawang Uzbekistan lewat sepakan terukur yang menggenapkan koleksi golnya di Piala Dunia menjadi 10, melampaui catatan legenda Portugal, Eusebio. Di usia 41 tahun 138 hari, Ronaldo kini juga tercatat sebagai pencetak gol tertua kedua dalam sejarah turnamen. Selepas pertandingan, Ronaldo merespons kebangkitan tim dengan nada optimistis.

“Saya sangat senang. Tetapi bagi saya, yang terpenting adalah kerja keras kami dan kepercayaan diri yang kami tunjukkan,” ujar Ronaldo kepada FIFA.

Ia menegaskan bahwa kepentingan kolektif tetap menjadi prioritas utama.

Dikritik Thierry Henry, Cristiano Ronaldo Disebut Terlalu Egois di Lini Depan Portugal
Baca Juga

Dikritik Thierry Henry, Cristiano Ronaldo Disebut Terlalu Egois di Lini Depan Portugal

“Tim tampil sangat baik dan banyak mengalami peningkatan. Seperti kata pepatah, setiap kesulitan pasti ada hikmahnya. Tentu saja, secara pribadi, rekor selalu menyenangkan, tetapi tujuan saya selalu untuk membantu tim nasional mencapai tujuannya,” imbuhnya.

Dominasi Portugal di Stadion Houston malam itu bukan sekadar pertunjukan satu pemain, melainkan bukti nyata efektivitas taktik kolektif yang diracik Roberto Martinez. Keunggulan Portugal semakin tak terbendung lewat gol Nuno Mendes pada menit ke-17, disusul gol bunuh diri pemain Uzbekistan, Nematov, pada menit ke-60 yang dipicu pergerakan cerdik Joao Felix. Pesta gol pun ditutup dengan aksi impresif Rafael Leao pada menit ke-87.

Penampilan dominan ini turut menyita perhatian media internasional. Harian Spanyol, Marca, memberikan apresiasi khusus terhadap performa Nuno Mendes di sisi sayap, sekaligus memuat tajuk utama “Bangunkan si monster Ronaldo”—sebuah gambaran betapa berbahayanya lini depan Portugal saat ini.

Kemenangan 5-0 ini menjadi langkah krusial bagi Portugal untuk mengamankan posisi di fase gugur. Hasil ini membuktikan bahwa strategi Roberto Martinez telah berada di titik optimal. Dengan ketajaman Ronaldo yang kembali teruji serta soliditas permainan tim yang kian padu, Portugal kini resmi menebar ancaman bagi para pesaingnya sebagai salah satu penantang serius gelar juara Piala Dunia 2026.

(Hendrawan)