Kritik tampaknya menjadi bahan bakar terbaik bagi Cristiano Ronaldo. Setelah menjawab keraguan tajam pasca-penampilan minor saat kontra RD Kongo, penyerang berusia 41 tahun itu mencetak brace mematikan untuk membawa Portugal menggulung Uzbekistan 5-0 di Stadion Houston, Selasa (23/6/2026). Kemenangan telak ini tidak hanya menyegel tiket babak 16 besar bagi Selecao das Quinas, tetapi juga menempatkan nama Ronaldo ke dalam buku sejarah sepak bola dunia dengan dua rekor baru.
Laga baru berjalan enam menit ketika Ronaldo membuka keunggulan melalui penyelesaian klinis setelah menyambar umpan silang Joao Cancelo. Gol tersebut mencatatkan sejarah bagi sang kapten sebagai satu-satunya pesepak bola yang mampu mencetak gol dalam enam edisi Piala Dunia yang berbeda. Momentum kian memuncak pada menit ke-39. Penyerang Al Nassr ini kembali menggetarkan jala gawang Uzbekistan lewat sepakan terukur yang menggenapkan koleksi golnya di Piala Dunia menjadi 10, melampaui catatan legenda Portugal, Eusebio. Di usia 41 tahun 138 hari, Ronaldo kini juga tercatat sebagai pencetak gol tertua kedua dalam sejarah turnamen. Selepas pertandingan, Ronaldo merespons kebangkitan tim dengan nada optimistis.
“Saya sangat senang. Tetapi bagi saya, yang terpenting adalah kerja keras kami dan kepercayaan diri yang kami tunjukkan,” ujar Ronaldo kepada FIFA.
Ia menegaskan bahwa kepentingan kolektif tetap menjadi prioritas utama.
