Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Tengah

BKSDA Evakuasi Orang Utan Berusia 35 Tahun yang Ditemukan Mengalami Hernia di Bekas Karhutla Kobar

Achmad Fatoni
Achmad Fatoni
Kamis, 29 Oktober 2026 · 11:481 menit baca
BKSDA Evakuasi Orang Utan Berusia 35 Tahun yang Ditemukan Mengalami Hernia di Bekas Karhutla Kobar
BKSDA evakuasi orang utan jantan berusia 35 tahun di bekas karhutla Kotawaringin Barat setelah ditemukan mengalami hernia abdominalis pada bagian perut. (Dok. Ist)

Seekor orang utan jantan dewasa berusia sekitar 35 tahun dengan berat 89 kilogram berhasil dievakuasi oleh tim gabungan di kawasan Kolam KM 14, Desa Mendawai Seberang, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), pada Selasa, (27/10/2026).

Satwa dilindungi yang ditemukan tengah memakan umbut nanas di area bekas kebakaran hutan dan lahan tersebut teridentifikasi mengalami gangguan kesehatan berupa hernia abdominalis pada bagian perutnya. Informasi awal penemuan satwa liar itu dikonfirmasi oleh Kepala Seksi Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah II Pangkalan Bun, Handi Nasoka.

“Ya saat pemeriksaan ditemukan hernia abdominalis di perut. Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui tingkat keparahan dan menentukan penanganan medis yang diperlukan,” ujar Handi Nasoka, seperti dikutip dari laporan resmi, Rabu, (28/10/2026).

Operasi penyelamatan yang digerakkan oleh tim Wildlife Rescue Unit (WRU) bersama instansi terkait bermula dari laporan yang diterima petugas Pemadam Kebakaran Kobar sekitar pukul 15.42 WIB. Proses penanganan medis di lapangan diuraikan lebih lanjut oleh pihak BKSDA demi memastikan keselamatan satwa selama proses pemindahan.

Induk dan Bayi Orangutan Dievakuasi dari Lahan Karhutla di Kotawaringin Barat
Baca Juga

Induk dan Bayi Orangutan Dievakuasi dari Lahan Karhutla di Kotawaringin Barat

“Tim medis melakukan pembiusan atau sedasi agar Yondu dapat ditangani dengan aman. Proses tersebut membutuhkan penyesuaian dosis anestesi karena orang utan itu diketahui baru selesai makan,” terangnya.

Evakuasi yang memakan waktu lebih dari dua jam tersebut berhasil diselesaikan setelah orang utan teranestesi pada pukul 18.51 WIB dan langsung dibawa menuju Pangkalan Bun untuk pemeriksaan laboratorium lanjutan.

(Tony)