Koalisi Masyarakat Sipil untuk Hak Digital Inklusif menggelar jumpa pers guna merekomendasikan kebijakan strategis kepada Pemerintah Kota Pontianak dalam mewujudkan tata kota cerdas (smart city) yang ramah disabilitas. Dalam agenda tersebut, aliansi tersebut menghadirkan Arini (27), seorang ibu rumah tangga sekaligus perajin mahir, untuk membagikan perspektifnya mengenai aksesibilitas dan ruang aman bagi penyandang disabilitas. Momen berharga bagi jurnalis Nusantara Post untuk mendengarkan cerita miliknya, Kamis (25/6/2026).
Dalam sesi perbincangan tersebut, salah satu aspek mendalam yang ia bagikan adalah caranya menembus batas komunikasi di lingkungan rumah, terutama dalam membesarkan buah hatinya.
Pola Asuh Alami Tanpa Metode Oral
Arini menerapkan pola komunikasi visual yang adaptif di dalam rumah tangganya sebagai ibu dari dua anak dengar. Saat ini, anak pertamanya menginjak usia lima tahun, sedangkan anak kedua berusia tiga tahun.
“Ibu, alhamdulillahnya anak-anak itu dengar. Jadi bisa pakai kode dan bahasa isyarat secara alami, secara visual, kayak gitu,” jelas Arini mengenai interaksi harian bersama buah hatinya.
