Ilustrasi – Gangguan operasional pembangkit dan kendala teknis PLTGU sistem interkoneksi Kalimantan memicu pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah Kalsel, Kalteng, dan Samarinda Kaltim.
(Dok. Elss/via pinterest)
Sejumlah wilayah di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Kalimantan Tengah (Kalteng) mengalami pemadaman listrik bergilir akibat kendala operasional pada salah satu pembangkit dalam sistem interkoneksi kelistrikan Kalimantan. Gangguan ini memicu penurunan pasokan daya, sehingga pihak PLN terpaksa melakukan pengaturan beban guna menjaga stabilitas jaringan secara menyeluruh.
Di Kota Banjarmasin, pemadaman melanda beberapa kawasan strategis sejak Kamis (25/6/2026). Wilayah terdampak mencakup sebagian Jalan PM Noor, Banjar Raya, Komplek UKA atau Trisakti Ujung, Lingkar Selatan, Basirih Kubah, Banyiur Luar, Komplek Lumba-Lumba, Yos Sudarso, Airmantan, hingga sebagian Hasan Basri.
Selain itu, pemadaman juga terjadi di wilayah Kayu Tangi 2, Anshari Shaleh, Adhyaksa, Simpang Tangga, Pondok Metro, Tulip, Flamboyan, Cendana, Alalak Tengah, Alalak Utara, HKSN, Komplek AMD, Komplek Surya Gemilang, Perdagangan, dan sekitarnya.
Manager PLN UP3 Banjarmasin, Yanuar, menjelaskan bahwa langkah pembatasan beban ini mutlak dilakukan agar gangguan operasional tidak berdampak lebih luas pada sistem interkoneksi regional Kalimantan.
“Sehubungan dengan adanya kendala operasional sistem kelistrikan interkoneksi Kalimantan yang mengakibatkan penurunan pasokan daya. Kami terus melakukan upaya percepatan pemulihan secara terkoordinasi agar pasokan listrik dapat kembali normal secara bertahap. Perkembangan lebih lanjut akan kami sampaikan pada kesempatan pertama,” ungkap Yanuar dalam keterangan resminya.
Dampak Lintas Provinsi
Gangguan sistem kelistrikan ini juga dilaporkan melanda wilayah Palangka Raya dan kabupaten lain di Kalimantan Tengah sejak Senin (22/6/2026) malam. Berdasarkan data teknis, gangguan pada hulu pembangkit tersebut tercatat terjadi sebanyak dua kali, yakni pada pukul 14.41 WIB dan 17.48 WIB.
Asisten Manager Keuangan dan Umum PLN UP3 Palangka Raya, Gian Wijaya, membenarkan bahwa penurunan daya ini bersumber dari kendala operasional pada salah satu unit pembangkit utama, meskipun detail penyebabnya masih dianalisis oleh tim lapangan.
“Adanya kendala operasional pembangkit sistem interkoneksi kelistrikan Kalimantan yang mengakibatkan penurunan pasokan daya. PLN melakukan pengaturan beban pada sistem interkoneksi sebagai langkah menjaga kestabilan sistem kelistrikan secara menyeluruh,” kata Gian Wijaya saat dikonfirmasi.
Gian menambahkan bahwa dampak degradasi pasokan daya ini bersifat lintas batas provinsi.
“Untuk daerah terdampak pada sebagian wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan,” ujar Gian.
(Dok. RRI Samarinda)
Pemadaman Merembet ke Samarinda
Berdasarkan data tambahan dari dokumen lampiran 1.jpeg, gangguan teknis pada sistem kelistrikan interkoneksi Kalimantan ini juga dipicu oleh kendala pada salah satu Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) di Kalimantan. Akibatnya, wilayah Samarinda, Kalimantan Timur, turut terkena dampak penurunan pasokan daya sistem operasional kelistrikan.
Pihak otoritas terkait terpaksa mengambil kebijakan pengaturan operasi kelistrikan di Kota Samarinda guna menjaga keandalan dan stabilitas sistem secara makro. Berdasarkan informasi resmi tersebut, sejumlah wilayah terdampak di Samarinda meliputi:
Hingga saat ini, proses normalisasi jaringan listrik di ketiga provinsi interkoneksi terus dilakukan secara bertahap. Otoritas PLN di lapangan masih berfokus melakukan penanganan teknis dan analisis mendalam, sementara pasokan bagi para pelanggan di wilayah terdampak dialirkan kembali seiring dengan pulihnya stabilitas beban interkoneksi Kalimantan.