Rab, 12/08/26 · 13.20.46
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Gubernur Kalbar Buka Festival Budaya Robo-Robo Mempawah 2026, Pemprov Serahkan Bantuan Rp50 Juta

Memei
Memei
Rabu, 12 Agustus 2026 · 19:372 menit baca
Gubernur Kalbar Buka Festival Budaya Robo-Robo Mempawah 2026, Pemprov Serahkan Bantuan Rp50 Juta
Gubernur Kalbar Ria Norsan resmi membuka Festival Budaya Robo-Robo Mempawah 2026. Pemprov Kalbar serahkan bantuan dukungan kegiatan sebesar Rp50 juta. (Dok. Adpim Kalbar)

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan membuka secara resmi Festival Budaya Robo-Robo Kabupaten Mempawah Tahun 2026 yang dipusatkan di Kuala Mempawah, Rabu, (12/8/2026).

Pelaksanaan tradisi tahunan tersebut diposisikan sebagai langkah pelestarian warisan budaya takbenda sekaligus momentum mempererat silaturahmi serta kebersamaan masyarakat.

Gubernur menjelaskan bahwa tradisi Robo-Robo merupakan bentuk napak tilas sejarah kedatangan Opu Daeng Manambon ke Mempawah yang sarat akan ritual doa tolak bala serta keselamatan warga.

Perjalanan sejarah perkawinan Opu Daeng Manambon asal Luwu dengan Ratu Kesumba dinilai menjadi salah satu fondasi penting perkembangan Kerajaan Amantubillah Mempawah.

Gubernur Ria Norsan Sambut Khofifah Indar Parawansa, Kalbar dan Jatim Gelar Misi Dagang
Baca Juga

Gubernur Ria Norsan Sambut Khofifah Indar Parawansa, Kalbar dan Jatim Gelar Misi Dagang

“Sejarah mencatat bahwa Upu Datu Menambon yang berasal dari Luwu, Sulawesi Selatan, menikah dengan Ratu Kesumba, putri Raja Matan Tanjungpura. Dari pernikahan tersebut lahir Putri Candramidi yang kemudian menikah dengan Sultan Abdurrahman, putra Al-Habib Husein Al-Kadri, guru dari Upu Datu Menambon yang berasal dari Yaman,” kata Gubernur Kalbar Ria Norsan, Rabu, (12/8/2026).

Penguatan pemahaman sejarah lokal terus didorong agar kearifan budaya tidak tergerus oleh perkembangan zaman.

“Melalui festival ini, kita berharap kisah sejarah dan asal-usul tradisi Robo-Robo terus diperkenalkan kepada generasi penerus. Dengan demikian, nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung di dalamnya tetap terjaga dan tidak lekang oleh zaman,” jelasnya.

Sinergi antara pemerintah daerah dan Kerajaan Amantubillah Mempawah dinilai krusial dalam mengemas daya tarik wisata budaya.

Darurat Asap Karhutla, Walikota Pontianak Resmi Terapkan Pembelajaran Secara Daring Ketat di Setiap Sekolah Melalui Disdikbud Kota
Baca Juga

Darurat Asap Karhutla, Walikota Pontianak Resmi Terapkan Pembelajaran Secara Daring Ketat di Setiap Sekolah Melalui Disdikbud Kota

Dukungan kolaborasi lembaga adat bersama Raja ke-14 Kerajaan Amantubillah Mempawah Muhammad Hafiz diharapkan mampu menggerakkan potensi ekonomi masyarakat.

“Saya meyakini, di bawah kepemimpinan Raja ke-14 Kerajaan Amantubillah Mempawah, Yang Mulia Muhammad Hafiz, sinergi antara pemerintah dan lembaga adat dapat terus diperkuat. Dengan demikian, pelestarian budaya dapat dikemas semakin menarik, sekaligus memberikan dampak positif terhadap pariwisata dan perekonomian masyarakat,” lanjut Norsan.

Dukungan senada disampaikan oleh Bupati Mempawah Erlina Ria Norsan yang menegaskan posisi Robo-Robo sebagai simbol perekat sosial lintas suku dan agama.

Momen historis abad ke-18 tersebut difungsikan sebagai ruang penguat integrasi masyarakat di Kabupaten Mempawah.

“Tradisi ini berakar dari napak tilas perjalanan Opu Daeng Manambon ke bumi galah palerangan pada abad ke-18. Momentum ini tidak hanya digunakan untuk mengenang nilai-nilai luhur perjuangan dan doa tolak bala, tetapi juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi lintas suku, agama, dan golongan di Kabupaten Mempawah,” ujar Erlina.

Luas Kebakaran Lahan Kalbar Capai 28 Ribu Hektare, Pemprov Minta TMC dan Disiplin Perda
Baca Juga

Luas Kebakaran Lahan Kalbar Capai 28 Ribu Hektare, Pemprov Minta TMC dan Disiplin Perda

Transformasi gelaran budaya menuju agenda pariwisata skala nasional dan internasional ditargetkan memberi dampak langsung pada pelaku UMKM.

“Festival Robo-Robo diharapkan tidak hanya menjadi pesta rakyat, tetapi juga mampu bertransformasi menjadi magnet pariwisata, baik di tingkat nasional maupun internasional. Dengan terselenggaranya kegiatan ini secara meriah dan kondusif, kita berharap roda perekonomian masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan ekonomi kreatif di Kabupaten Mempawah, terus tumbuh dan bergerak,” tuturnya.

Pembukaan perayaan budaya tersebut ditandai dengan penyerahan bantuan hibah penyelenggaraan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat kepada Pemerintah Kabupaten Mempawah sebesar Rp50 juta.

Rangkaian acara diakhiri dengan prosesi makan saprahan bersama seluruh elemen masyarakat dan tamu undangan yang hadir.

(Memei)