Rab, 01/07/26 · 20.07.19
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Buffer Zones

Beban IKN Jebolkan Kuota BBM di Penajam Paser Utara, DPRD Desak Tambah Pasokan dan Bentuk Satgas

Editor
Editor
Rabu, 1 Juli 2026 · 15:452 menit baca
Beban IKN Jebolkan Kuota BBM di Penajam Paser Utara, DPRD Desak Tambah Pasokan dan Bentuk Satgas
Lonjakan aktivitas IKN berdampak pada ketahanan energi PPU. DPRD Penajam Paser Utara desak BPH Migas dan Pertamina tambah kuota BBM bersubsidi serta bentuk Satgas Energi untuk mitigasi krisis, dibahas dalam RDP bersama PSN dan Pertamina. (Dok. HO/TNP)

Lonjakan aktivitas pembangunan Ibu Kota Nusantara mulai berdampak serius pada ketahanan energi di Kabupaten Penajam Paser Utara. Kuota BBM bersubsidi yang dihitung berbasis jumlah penduduk lokal tidak lagi mampu mengakomodasi kebutuhan riil di lapangan, akibat membanjirnya kendaraan dari berbagai penjuru Kalimantan yang melintasi wilayah ini setiap hari.

Persoalan ini memuncak dalam Rapat Dengar Pendapat yang mempertemukan DPRD PPU dengan Persaudaraan Supir Nusantara, BPH Migas, dan Pertamina Patra Niaga, Selasa (30/6/2026). DPRD PPU kini mendesak pemerintah pusat melalui BPH Migas dan Pertamina Patra Niaga untuk segera menambah kuota BBM bersubsidi di wilayah tersebut.

Wakil Ketua I DPRD PPU Syahrudin M Noor menegaskan bahwa perhitungan kuota BBM untuk PPU sudah tidak bisa lagi hanya berbasis data jumlah penduduk lokal. Sebagai daerah perlintasan sekaligus beranda IKN, PPU kini menjadi episentrum mobilitas kendaraan dari berbagai daerah.

“Kami meminta agar kuota BBM bisa ditambah karena konsumsi di PPU bukan hanya oleh masyarakat PPU,” kata Syahrudin.

Ekonomi Penajam Paser Utara Tumbuh 19,9 Persen, Tertinggi se-Kalimantan Timur Imbas Pembangunan IKN
Baca Juga

Ekonomi Penajam Paser Utara Tumbuh 19,9 Persen, Tertinggi se-Kalimantan Timur Imbas Pembangunan IKN

Ia membeberkan, arus kendaraan dari Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, serta daerah tetangga seperti Balikpapan dan Paser, setiap hari menyedot pasokan BBM di PPU hingga kuota yang ada jebol.

Kecamatan Sepaku, yang menjadi jantung pembangunan IKN, menjadi wilayah yang paling merasakan dampak kelangkaan ini. Saat ini terdapat dua SPBU yang beroperasi di Sepaku, dengan satu SPBU baru di wilayah Semoi yang sedang dalam proses pembangunan.

“Saya kira untuk sementara tiga SPBU sudah cukup memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujar Syahrudin.

Ia juga menyoroti sempat dinonaktifkannya penyaluran BBM bersubsidi di SPBU Pemaluan beberapa waktu lalu. Insiden tersebut memukul ekonomi warga setempat karena terpaksa beralih ke BBM non-subsidi yang harganya jauh lebih mahal.

Profil AKBP Supriyanto, Kapolres Pertama IKN
Baca Juga

Profil AKBP Supriyanto, Kapolres Pertama IKN

Untuk mencegah masalah ini terus berlarut, DPRD PPU bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah berencana membentuk Satuan Tugas Energi. Satgas ini tidak hanya akan mengawasi distribusi BBM agar tepat sasaran, tetapi juga memitigasi potensi krisis energi lainnya di PPU.

“Kami berharap setelah satgas terbentuk, penanganan bukan hanya soal BBM, tetapi juga persoalan energi secara keseluruhan,” pungkas Syahrudin.

(*Red)