Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Kehutanan dan Ekonomi Universitas Tanjungpura menyentil elitisme gerakan mahasiswa dengan menyalurkan 8.000 liter air bersih bagi warga yang terdampak krisis di Kantor PMI Kota Pontianak, Kamis (17/9/2026).
Aksi bertajuk ALIRAN (Aksi Lintas Komisariat Salurkan Air Bersih) yang menggandeng Rizky Ponsel dan PMI Kota Pontianak ini memicu antrean warga sejak pagi. Dengan pembatasan maksimal dua galon per orang, seluruh kuota 8.000 liter air bersih ludes diserbu masyarakat dalam hitungan jam.
Di balik aksi kemanusiaan tersebut, aksi gabungan ini membawa pesan otokritik tajam terhadap wacana gerakan aktivisme pemuda yang dinilai kerap berjarak dari krisis riil warga. Ketika kebutuhan mendasar seperti air bersih terabaikan, organisasi kemahasiswaan dinilai tidak boleh sebatas terjebak pada retorika forum, kajian elit, maupun sekadar rilis pernyataan sikap. Ketua Umum HMI Komisariat Kehutanan, Davi, menegaskan bahwa fenomena warga yang harus mengantre air bersih merupakan tamparan keras bagi fungsi kontrol sosial mahasiswa.
“Persoalan air bersih hari ini menunjukkan bahwa kebutuhan dasar masyarakat tidak bisa dijawab hanya dengan diskusi atau pernyataan sikap. Ketika masyarakat harus datang dan mengantre untuk mendapatkan air, di situlah seharusnya gerakan mahasiswa mengambil peran. Kegiatan ALIRAN kami hadirkan sebagai bentuk ikhtiar sederhana bahwa HMI tidak boleh hanya berbicara tentang masyarakat, tetapi juga harus hadir ketika masyarakat benar-benar membutuhkan,” ujar Davi.

