Jum, 21/08/26 · 06.31.44
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Buffer Zones

Hotspot Naik 4 Kali Lipat dalam Sehari di Wilayah Penyangga IKN

Achmad Fatoni
Achmad Fatoni
Jumat, 21 Agustus 2026 · 11:482 menit baca
Hotspot Naik 4 Kali Lipat dalam Sehari di Wilayah Penyangga IKN
api bukan asapPantauan udara (drone view) dari atas memperlihatkan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan. (Dok. Lokal Pride)

Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melaporkan peningkatan drastis pada titik panas atau hotspot akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan. Berdasarkan pemutakhiran data dari Sistem Pemantauan Karhutla (SIPONGI) Kemenhut melalui satelit NASA-MODIS/Terra-Aqua dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence), jumlah hotspot melonjak hingga empat kali lipat dalam kurun waktu sehari.

Pada 17 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB, tercatat ada 123 hotspot di tiga provinsi utama, dengan perincian 93 titik di Kalimantan Barat, 28 titik di Kalimantan Tengah, dan dua titik di Kalimantan Selatan. Sehari berselang, pada 18 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB, jumlah keseluruhan hotspot berkepercayaan tinggi mencapai 109 titik, di mana Kalimantan Barat turun menjadi 15 titik, sementara Kalimantan Tengah meningkat menjadi 73 titik dan Kalimantan Selatan naik menjadi 21 titik.

Lonjakan paling signifikan terjadi pada 19 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB. Kemenhut mencatat ada 259 hotspot di Kalimantan Barat, 242 hotspot di Kalimantan Tengah, dan 17 hotspot di Kalimantan Selatan.

“Jumlah keseluruhan di ketiga provinsi mencapai 518 titik atau lebih dari empat kali lipat dibandingkan hari sebelumnya,” demikian keterangan Kemenhut.

Bandara Sepinggan Tetap Normal di Tengah Kabut Asap Karhutla Kalimantan
Baca Juga

Bandara Sepinggan Tetap Normal di Tengah Kabut Asap Karhutla Kalimantan

Secara kumulatif selama periode 17–19 Agustus 2026, total hotspot berkepercayaan tinggi di ketiga wilayah tersebut bahkan mencapai 750 titik.

Kemenhut menjelaskan bahwa hotspot dengan kategori high confidence menunjukkan tingkat keyakinan deteksi yang lebih tinggi terhadap anomali panas, meski tidak otomatis merepresentasikan jumlah kejadian kebakaran secara mutlak karena satu kejadian bisa terdeteksi sebagai beberapa titik.

Kendati demikian, eskalasi ini memicu kabut asap pekat serta penurunan jarak pandang drastis di berbagai daerah mulai dari 1,2 kilometer di Bandara Supadio (Pontianak) dan 3 kilometer di Palangka Raya, hingga anjlok parah hingga 400 meter di Bandara Internasional Syamsudin Noor (Kalimantan Selatan).

Meskipun kondisi jarak pandang terpantau mulai berangsur pulih pada 20 Agustus 2026 seperti di Palangka Raya yang mencapai 6 kilometer dan wilayah Banjarbaru yang kembali di atas 10 kilometer eskalasi karhutla ini tetap menjadi alarm serius bagi kelestarian lingkungan dan keselamatan masyarakat, khususnya di kawasan strategis sekitar wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

Dukang Infrastruktur IKN, Realisasi Belanja Negara di Kaltim Capai Rp15,02 Triliun
Baca Juga

Dukang Infrastruktur IKN, Realisasi Belanja Negara di Kaltim Capai Rp15,02 Triliun

Sebagai langkah mitigasi darurat, pemerintah mengerahkan total 12.880 personel gabungan di lapangan, yang terdiri atas 1.410 personel di Kalimantan Barat, 10.700 personel di Kalimantan Tengah, dan 770 personel di Kalimantan Selatan. Selain itu, penanganan udara melalui operasi water bombing di Kalimantan Tengah terus digenjot menyusul koordinasi antara Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dan Kepala BNPB.

Pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga disesuaikan secara dinamis dengan kondisi atmosfer guna menekan perluasan karhutla demi mengamankan kawasan penyangga IKN dari ancaman asap pekat dan kerusakan lingkungan.

(Tony)