Jum, 03/07/26 · 10.17.44
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Ekonomi

Melonjak Jadi 3,20 Persen, Inflasi Kaltim Juni 2026 Dipicu Sektor Transportasi dan Logistik

Dayank Ana Sebalu
Dayank Ana Sebalu
Jumat, 3 Juli 2026 · 15:142 menit baca
Melonjak Jadi 3,20 Persen, Inflasi Kaltim Juni 2026 Dipicu Sektor Transportasi dan Logistik
BPS mencatat inflasi tahunan Kalimantan Timur per Juni 2026 melonjak ke angka 3,20 persen. Kota Samarinda menjadi wilayah dengan kenaikan tertinggi. (Dok. PPDI BPS Kaltim)

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Timur melaporkan adanya eskalasi tekanan inflasi tahunan (year on year/y-on-y) sebesar 3,20 persen pada Juni 2026. Angka indeks harga konsumen (IHK) makro tersebut merangkak naik jika dibandingkan dengan capaian bulan sebelumnya yang tertahan di level 3,04 persen.

Kepala BPS Provinsi Kalimantan Timur, Mas’ud Rifai, mengungkapkan bahwa akselerasi inflasi terjadi merata di seluruh wilayah cakupan survei indeks harga di daerah tersebut. Kota Samarinda mencatatkan lonjakan harga indeks tertinggi dibandingkan wilayah lainnya.

“Inflasi year on year sebesar 3,20 persen ini lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 3,04 persen,” kata Mas’ud Rifai dalam keterangan resminya, Kamis (2/7/2026).

Rifai merinci peta inflasi spasial berdasarkan klaster kabupaten/kota di Kalimantan Timur. Inflasi tahunan tertinggi berpusat di Kota Samarinda yang menyentuh angka 3,53 persen. Posisi selanjutnya diikuti oleh Kabupaten Berau sebesar 3,35 persen, Kabupaten Penajam Paser Utara sebesar 2,96 persen, dan indeks terendah berada di Kota Balikpapan dengan besaran 2,80 persen.

Dipicu Penguatan CPO Global, Harga TBS Sawit Kaltim Tembus Rp3.469 per Kilogram
Baca Juga

Dipicu Penguatan CPO Global, Harga TBS Sawit Kaltim Tembus Rp3.469 per Kilogram

(Dok. BPS Kaltim)

Kelompok Transportasi dan Perawatan Pribadi Jadi Motor Penggerak
Dari kacamata komoditas, tren kenaikan harga didominasi oleh pergeseran grafik pada sebagian besar kelompok pengeluaran masyarakat. Laju kenaikan indeks tertinggi dipimpin oleh sektor perawatan pribadi dan jasa lainnya yang melesat hingga 10,49 persen, disusul ketat oleh sektor transportasi sebesar 7,10 persen, serta klaster makanan, minuman, dan tembakau di level 3,67 persen.

Lebih lanjut, Rifai memaparkan sektor penopang lainnya yang turut andil menyumbang inflasi tahunan. Sektor kesehatan mencatat kenaikan 2,19 persen; disusul penyediaan makanan dan minuman/restoran serta perlengkapan rumah tangga yang masing-masing naik 1,61 persen; sektor pendidikan sebesar 1,49 persen; pakaian dan alas kaki 0,74 persen; perumahan, air, listrik, dan bahan bakar 0,23 persen; serta sektor informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,06 persen.

Sementara itu, satu-satunya kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks adalah kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya yang mengalami deflasi sebesar 0,54 persen.

Pada perhitungan jangka pendek Juni 2026, BPS mencatat angka inflasi bulanan (month to month/m-to-m) Kalimantan Timur berada di level 0,70 persen. Adapun akumulasi inflasi kalender (year to date/y-to-d) sejak awal tahun hingga Juni 2026 kini telah menembus angka 2,36 persen.

(Dayank Ana)