Sel, 30/06/26 · 10.50.46
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Selatan

Revitalisasi Tradisi Banjar, Museum Lambung Mangkurat Gelar Edukasi Kerajinan Purun

Dayank Ana Sebalu
Dayank Ana Sebalu
Selasa, 30 Juni 2026 · 16:132 menit baca
Revitalisasi Tradisi Banjar, Museum Lambung Mangkurat Gelar Edukasi Kerajinan Purun
Museum Lambung Mangkurat Kalsel menggelar edukasi ‘Dari Rawa Menjadi Karya’ untuk melestarikan kerajinan purun khas Banjar dan mendongkrak UMKM daerah. (Dok. Adpim Kalsel)

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Selatan melalui UPTD Museum Lambung Mangkurat menggelar program edukasi bertajuk “Dari Rawa Menjadi Karya”. Langkah ini diambil sebagai upaya nyata menghidupkan kembali seni tradisi Banjar berbasis pemanfaatan tanaman purun yang kian tergerus oleh perkembangan zaman pada era modern.

Kegiatan bertajuk Belajar Bersama III ini memfokuskan pengolahan tanaman rawa khas Kalimantan Selatan tersebut menjadi aneka karya seni bernilai estetis yang memiliki potensi penetrasi pasar ekonomi kreatif.

Pemberdayaan Ekonomi dan Stimulus UMKM
Kepala Disdikbud Kalimantan Selatan, Abdul Rahim, melalui Kepala Museum Lambung Mangkurat, Ady Surya, menjelaskan bahwa pemilihan komoditas rawa ini bertujuan untuk mentransformasikan peran museum menjadi pusat studi budaya yang inklusif bagi publik.

“Purun ini sebelumnya memang sudah hampir tersisih dari kegiatan-kegiatan masyarakat pada era modern seperti ini. Melalui kegiatan ini, mudah-mudahan dapat menjadi trigger bagi seluruh elemen masyarakat untuk kembali mengenal dan melestarikan purun melalui kegiatan yang positif,” ujar Ady Surya di Banjarbaru, Selasa (30/6/2026).

Ajukan Perbaikan ke Kementerian, Taman Budaya Kalsel Prioritaskan Tiga Gedung Utama
Baca Juga

Ajukan Perbaikan ke Kementerian, Taman Budaya Kalsel Prioritaskan Tiga Gedung Utama

Ady Surya menambahkan, orientasi kegiatan tidak terbatas pada aspek pelestarian nilai historis semata, melainkan dirancang sebagai stimulus peningkatan ekonomi domestik. Keterampilan teknis yang dikuasai oleh para peserta diproyeksikan dapat dikembangkan menjadi unit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) baru di sektor kerajinan tangan.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menyatakan komitmennya untuk mengintegrasikan program kerja edukasi kebudayaan dengan agenda pemberdayaan ekonomi kerakyatan secara berkelanjutan.

Sistem Publikasi Digital dan Perluasan Jangkauan
Sebagai bentuk apresiasi terhadap aspek kreativitas, seluruh hasil kerajinan tangan diperbolehkan untuk dibawa pulang oleh masing-masing peserta. Selain itu, manajemen museum akan memanfaatkan platform digital sebagai instrumen promosi siber guna memperluas eksposur kerajinan lokal ke ranah publik.

Raih Nilai 92,23 dari Perpusnas, Perpustakaan Kota Pontianak Masuk Rentang Akreditasi A
Baca Juga

Raih Nilai 92,23 dari Perpusnas, Perpustakaan Kota Pontianak Masuk Rentang Akreditasi A

“Hasil karya peserta nantinya akan dibawa pulang dan kami ekspos melalui akun media sosial museum. Harapannya, karya tersebut dapat menjadi kebanggaan bagi peserta, dipajang di rumah, sekaligus menjadi media promosi kegiatan edukasi di museum dan semakin mengenal kepada masyarakat luas terkait kerajinan purun,” urai Ady Surya.

Animo publik terhadap program pelestarian ini tercatat cukup tinggi, di mana kuota pendaftaran daring langsung terpenuhi dalam waktu singkat. Komposisi peserta mencakup elemen pegiat seni, budayawan, hingga masyarakat umum.

Geografi asal peserta juga meluas, tidak hanya didominasi oleh warga Kota Banjarbaru, melainkan turut menarik minat masyarakat dari kawasan pesisir seperti Kabupaten Tanah Bumbu. Ke depan, otoritas museum menargetkan perluasan jangkauan publikasi agar masyarakat di wilayah pelosok dapat mengakses program serupa demi peningkatan pendapatan keluarga.

(Dayank Ana)