Sel, 30/06/26 · 11.22.43
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Selatan

Raih Nilai 92,23 dari Perpusnas, Perpustakaan Kota Pontianak Masuk Rentang Akreditasi A

Hendrawan
Hendrawan
Selasa, 30 Juni 2026 · 15:252 menit baca
Raih Nilai 92,23 dari Perpusnas, Perpustakaan Kota Pontianak Masuk Rentang Akreditasi A
Perpustakaan Kota Pontianak meraih nilai 92,23 dalam penilaian Perpusnas RI. Fasilitas gedung baru di Jalan Ampera sukses dongkrak mutu literasi publik. (Dok. Disperpusip Pontianak)

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kota Pontianak mencatatkan capaian signifikan dalam standardisasi mutu layanan literasi daerah. Berdasarkan proses penilaian yang dilakukan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI), Perpustakaan Kota Pontianak berhasil meraih nilai evaluasi sebesar 92,23, yang menempatkannya masuk dalam rentang kualifikasi Akreditasi A.

Meskipun nilai tersebut telah keluar, otoritas pengelola menegaskan tetap mengikuti prosedur administratif formal untuk menerbitkan status ketetapan hukum dari lembaga pusat.

“Nilai yang kami peroleh sebesar 92,23 dan masuk rentang Akreditasi A. Namun, kami masih menunggu pengumuman resmi dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia,” ujar Kepala Disperpusip Kota Pontianak, Rendrayani, Selasa (30/6/2026).

Dampak Relokasi Gedung Layanan Baru
Rendrayani menguraikan bahwa pencapaian instansinya merupakan hasil akumulasi komitmen internal serta dukungan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk komunitas literasi lokal dan para pemangku kepentingan.

Suarakan Hak Disabilitas, Dhyta Keluhkan Layanan Publik yang Belum Optimal
Baca Juga

Suarakan Hak Disabilitas, Dhyta Keluhkan Layanan Publik yang Belum Optimal

“Terima kasih untuk semua yang sudah mendukung perjalanan kami, mulai dari pengunjung, mitra, hingga seluruh pihak yang selalu percaya pada perpustakaan,” imbuhnya.

Transformasi struktural perpustakaan ini mengalami akselerasi setelah operasional pelayanan dipindahkan ke Gedung Layanan Perpustakaan Kota Pontianak yang baru di Jalan Ampera. Fasilitas publik yang diresmikan oleh Wali Kota Pontianak pada 29 Desember 2025 tersebut dirancang dengan konsep modern, terbuka, serta inklusif guna memperluas jangkauan akses literasi komunal.

Ketersediaan infrastruktur baru tersebut mengubah persepsi konvensional mengenai perpustakaan di tingkat daerah. Institusi ini tidak lagi sekadar berfungsi sebagai tempat penyimpanan dan peminjaman buku cetak, melainkan bermutasi menjadi ruang publik yang memfasilitasi aktivitas edukasi, diskusi, dan wadah kreatif masyarakat.

Pontianak Targetkan Pertahankan Gelar Juara Umum POPDA Kalbar
Baca Juga

Pontianak Targetkan Pertahankan Gelar Juara Umum POPDA Kalbar

Infrastruktur Inklusif dan Fasilitas Disabilitas
Secara teknis, gedung baru tersebut menyediakan pembagian ruang fungsional yang spesifik, seperti ruang baca khusus anak, area baca lansia, hingga ruang baca ramah disabilitas. Pengelola juga melengkapi fasilitas pendukung berupa ruang rapat, aula serbaguna, studio visual, layanan berbasis digital, serta penyediaan akses internet gratis.

Untuk mengoptimalkan angka kunjungan, Disperpusip memperluas pola pelayanan melalui aktivasi layanan akhir pekan, penyediaan platform perpustakaan digital, pengoperasian mobil perpustakaan keliling, serta pembentukan rumah baca di tingkat kelurahan. Langkah-langkah ekspansif ini berdampak langsung pada kurva kenaikan angka kunjungan harian, terutama dari segmen pelajar dan keluarga.

Pihak manajemen memastikan bahwa perolehan nilai akreditasi tertinggi ini akan diikuti dengan pengetatan kendali mutu operasional secara berkelanjutan agar manfaatnya dirasakan nyata oleh publik.

“Bagi kami, akreditasi A bukan sekadar nilai, tetapi penyemangat untuk terus berbenah, berinovasi, dan menjadikan perpustakaan sebagai ruang yang nyaman untuk belajar, berkarya, dan bertemu dengan banyak inspirasi,” jelas Rendrayani.

Pihak dinas berjanji akan terus memperkaya variasi koleksi literatur, meningkatkan keandalan sistem siber perpustakaan, serta menjaga konsistensi program edukasi berkala ke depan.

“Akreditasi ini menjadi tanggung jawab bagi kami untuk terus memberikan layanan terbaik dan menjadikan perpustakaan sebagai pusat literasi yang hidup di Kota Pontianak,” pungkasnya.

(Hendrawan)