Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Risiko Jam Kerja Subuh Tinggi, Pemkot Pontianak Salurkan Sembako bagi Petugas Kebersihan

Rudi Agus Haryanto
Rudi Agus Haryanto
Sabtu, 17 Oktober 2026 · 12:262 menit baca
Risiko Jam Kerja Subuh Tinggi, Pemkot Pontianak Salurkan Sembako bagi Petugas Kebersihan
Pemkot Pontianak salurkan paket sembako bagi petugas kebersihan serta ingatkan tingginya risiko keselamatan penyapu jalan saat beroperasi dini hari. (Dok. Prokopim Pontianak)

Pemerintah Kota Pontianak menyalurkan paket bantuan sembako kepada para petugas kebersihan dan penyapu jalan di Kantor Wali Kota Pontianak, Sabtu, (17/10/2026). Penyaluran bantuan tersebut dibarengi peringatan terkait tingginya risiko keselamatan kerja pada jam-jam subuh di badan jalan protokol.

Jadwal kerja para penyapu jalan yang sudah beroperasi mulai pukul 04.30 hingga 05.00 WIB diungkapkan langsung oleh Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono.

“Bapak ibu jam setengah lima, jam lima sudah di lapangan menyapu dan membersihkan. Saya sendiri sering menyaksikan ketika pulang setelah salat Subuh, bapak ibu masih menyapu,” ujarnya saat penyerahan sembako kepada para petugas kebersihan di Kantor Wali Kota Pontianak.

Kenyamanan warga yang beraktivitas di ruang terbuka dan trotoar bersih dinilai merupakan hasil kerja keras para petugas lapangan tersebut.

Hari Jadi Pontianak, 50 Petugas Kebersihan Terima Penghargaan dan Uang Tunai
Baca Juga

Hari Jadi Pontianak, 50 Petugas Kebersihan Terima Penghargaan dan Uang Tunai

“Pagi-pagi orang yang lari di trotoar itu sehat, senang, gembira. Itu juga berkat bapak ibu di lapangan yang bekerja,” katanya.

Kerentanan keselamatan penyapu jalan akibat jarak pandang terbatas, cuaca buruk, kabut asap, hingga potensi kelalaian pengendara yang melintas saat dini hari kemudian dipaparkan dalam keterangannya.

“Jam-jam Subuh itu rawan. Ada pengendara yang mungkin baru bangun, terburu-buru, ada juga yang baru datang dari luar kota dalam kondisi lelah. Karena itu keselamatan bapak ibu harus menjadi perhatian,” tegasnya.

Tekan Inflasi, Pemkot Pontianak Gelar Pasar Murah di Kawasan Car Free Day
Baca Juga

Tekan Inflasi, Pemkot Pontianak Gelar Pasar Murah di Kawasan Car Free Day

Perangkat daerah terkait diinstruksikan memastikan pemakaian alat pelindung diri seperti rompi berwarna terang serta pemasangan rubber cone di lokasi penyapuan, disamping jaminan perlindungan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Ketegasan soal perlindungan diri bagi petugas lapangan ditekankan kembali dalam arahannya.

“Keselamatan nomor satu, kesehatan juga nomor satu. Jangan sampai karena ingin membersihkan kota, justru keselamatan diri diabaikan,” pesannya.

Pemerintah daerah menegaskan bahwa target kebersihan ruang publik serta gerakan Indonesia Asri tidak dapat semata-mata dibebankan kepada para penyapu jalan, melainkan menuntut kepedulian warga dalam mengelola sampah secara mandiri. Pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan kota disuarakan oleh Edi sebelum mengakhiri arahan.

“Tidak cukup wali kota, tidak cukup pejabat. Semuanya harus bergerak bergandengan tangan dan mempunyai tujuan yang sama, supaya kota ini aman, sehat dan nyaman untuk tempat tinggal serta beraktivitas,” ujarnya.

Kontribusi fisik para penyapu jalan diakui sebagai pondasi terjaganya kenyamanan kota sehari-hari.

“Bapak ibu punya tugas yang sangat mulia. Kota yang bersih dan nyaman yang dinikmati masyarakat setiap hari, ada kerja keras bapak ibu di dalamnya,” pungkasnya.

(Rudi)