Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Timur

Wujudkan Lingkungan Sekolah Ramah Anak, Disdikbud Kutai Barat Gelar Sosialisasi Pencegahan Perundungan

Roska Putra
Roska Putra
Selasa, 20 Oktober 2026 · 13:121 menit baca
Wujudkan Lingkungan Sekolah Ramah Anak, Disdikbud Kutai Barat Gelar Sosialisasi Pencegahan Perundungan
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Barat memberikan sambutan pada Sosialisasi Pencegahan Perundungan di Aula Disdikbud. (Dok. Facebook/ Pemkab Kutai Barat)

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Barat menghelat Sosialisasi Pencegahan Perundungan dan Strategi Penanganannya di Aula Disdikbud Kutai Barat, Selasa (20/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari hingga Rabu (21/10/2026) tersebut dilaksanakan untuk memperkuat pemahaman tenaga pendidik dalam mencegah dan menangani perundungan (bullying) demi mewujudkan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan ramah anak.

Sosialisasi ini dihadiri oleh jajaran pejabat di lingkungan Disdikbud Kutai Barat serta puluhan guru Bimbingan dan Konseling (BK) jenjang SD dan SMP se-Kabupaten Kutai Barat, dengan menghadirkan narasumber Kaolan dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kalimantan Timur.

Kepala Disdikbud Kabupaten Kutai Barat, Kamius Junaidi, menegaskan bahwa fenomena perundungan di lingkungan pendidikan membutuhkan komitmen bersama dari seluruh pemangku kepentingan.

Pemprov Kaltim Bersama Kogabwilhan II Amankan Perbatasan dan Wilayah Penyangga IKN
Baca Juga

Pemprov Kaltim Bersama Kogabwilhan II Amankan Perbatasan dan Wilayah Penyangga IKN

“Upaya pencegahan perundungan tidak dapat hanya dibebankan kepada pihak sekolah atau guru tertentu saja, melainkan memerlukan komitmen dan kerja sama dari seluruh unsur pendidikan, mulai dari kepala sekolah, guru, guru BK, tenaga kependidikan, orang tua, hingga masyarakat,” tegas Kamius.

Secara khusus, Kamius meminta para guru BK untuk mengoptimalkan peran pendampingan, deteksi dini, serta penyediaan layanan konseling yang bijaksana tanpa melakukan victim blaming atau menyalahkan korban.

Melalui kegiatan ini, Disdikbud Kutai Barat mendorong seluruh satuan pendidikan untuk membangun budaya sekolah yang menjunjung tinggi empati, toleransi, serta memberikan rasa aman bagi peserta didik dalam melaporkan setiap tindakan kekerasan.

(roska)