Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Hankam

Uji Senjata Bantuan, Marinir Indonesia dan ADF Gempur Sasaran Mortir 81 MM di Keris Woomera 2026

Roska Putra
Roska Putra
Rabu, 21 Oktober 2026 · 11:051 menit baca
Uji Senjata Bantuan, Marinir Indonesia dan ADF Gempur Sasaran Mortir 81 MM di Keris Woomera 2026
Prajurit Korps Marinir TNI AL dan Australian Defence Force mengoperasikan senjata bantuan mortir 81 mm dalam latihan gabungan bersama. (Dok. Puspen TNI)

Prajurit Petarung Korps Marinir TNI Angkatan Laut mengasah naluri tempur dan keahlian mengoperasikan Senjata Bantuan Infanteri (Senbanif) bersama militer Australia (Australian Defence Force/ADF) dalam Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Keris Woomera 2026.

Aksi penembakan basah dan pembinaan pertempuran tersebut dilangsungkan di Pusat Latihan Pertempuran (PLP) Korps Marinir 5 Karangtekok, Situbondo, Jawa Timur, Senin (19/10/2026).

Dalam latihan gabungan tersebut, personel gabungan Marinir Indonesia dan ADF membidik serta menggepur berbagai sasaran taktis menggunakan unit mortir kaliber 81 mm dan integrasi tim senapan runduk (sniper).

Komandan Korps Marinir (Pangkormar), Letjen TNI (Mar) Endi Supardi, menegaskan bahwa penyiapan teknis dan penajaman naluri tempur ini bertujuan memastikan kesiapan operasional prajurit dalam menghadapi berbagai proyeksi ancaman militer.

Persiapan Pengiriman, Jet Tempur Rafale Pesanan TNI AU Jalani Uji Jalan Berkecepatan Tinggi di Prancis
Baca Juga

Persiapan Pengiriman, Jet Tempur Rafale Pesanan TNI AU Jalani Uji Jalan Berkecepatan Tinggi di Prancis

Selain mempertahankan kesiapan serta keterampilan teknis prajurit petarung, Latgabma Keris Woomera 2026 juga ditujukan untuk memperkuat kemitraan pertahanan bilateral Indonesia-Australia serta meningkatkan keterpaduan operasi (interoperability) antar-angkatan bersenjata kedua negara

(roska)