Sebanyak 309 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda wilayah delineasi Ibu Kota Nusantara (IKN) sepanjang periode 10 Juli hingga 18 Oktober 2026. Amukan api tersebut menghanguskan lebih dari seribu hektare kawasan konservasi dan area konsesi usaha.
Sebaran titik api dan total luasan lahan yang terdampak kebakaran di kawasan ibu kota baru dipaparkan oleh Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN, Myrna Asnawati Safitri.
“Sebagian besar kejadian berada di dalam kawasan hutan Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto dengan luas terdampak sekitar 994 hektar, serta area konsesi perusahaan seluas kurang lebih 170 hektar,” ujar Myrna Asnawati Safitri Senin, (19/10/2026).
Penurunan intensitas kebakaran terpantau mulai menunjukkan perbaikan signifikan sejak pekan keempat September menyusul pengerahan Satuan Reaksi Cepat (SRC) yang terbagi dalam tujuh klaster pemadaman darat dan operasi pengeboman air (water bombing) lewat jalur udara. Pola pengawasan intensif di zona utama pembangunan ibu kota turut diterangkan oleh Myrna.

