Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Headline

Penerapan Teknologi Kota Cerdas dan Pembangunan Hijau IKN Diulas dalam NSCF 2026

Hendrawan
Hendrawan
Kamis, 5 November 2026 · 05:512 menit baca
Penerapan Teknologi Kota Cerdas dan Pembangunan Hijau IKN Diulas dalam NSCF 2026
Nusantara Smart City Forum 2026 mengulas penerapan teknologi kota cerdas, pengoperasian gedung hijau, dan konsep ekologi kawasan terintegrasi di IKN. (Dok. OIKN)

Pembangunan kawasan berbasis pengetahuan lokal serta penerapan teknologi kota cerdas menjadi pokok pembahasan utama dalam forum Nusantara Smart City Forum 2026 yang berlangsung di Kantor Bersama 3, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan Nusantara, Selasa, (3/11/2026).

Pertemuan bertema GREEN tersebut mengkaji dua agenda mendasar mengenai integrasi teknologi modern dengan daya dukung lingkungan kawasan. Implementasi riset secara langsung di lapangan menjadi salah satu poin utama yang disoroti oleh Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono.

Pentingnya pemanfaatan fasilitas Smart City Cooperation Center sebagai media penerapan hasil penelitian akademisi dan mahasiswa ditekankan dalam pembukaan diskusi.

Pembangunan Rusun ASN dan MBR di IKN Tembus 97,57 Persen
Baca Juga

Pembangunan Rusun ASN dan MBR di IKN Tembus 97,57 Persen

“Kalau apa yang Bapak tulis di sini bisa diimplementasikan, itu jauh lebih baik daripada hanya tinggal di paper. Jadi, saya mohon betul, ajak mahasiswanya agar tidak hanya gedung-gedung fisik di IKN ini yang berdiri, tetapi juga ilmu pengetahuan, khususnya dengan smart city technology,” ujar Basuki Hadimuljono, Rabu, (4/11/2026).

Fokus pembahasan forum juga mencakup skema pertukaran pengetahuan serta alih teknologi antarahli.

Keberlanjutan kolaborasi teknis dalam pengelolaan kota cerdas dipaparkan oleh Manajer Proyek SCCC dari CJ OliveNetworks Kido Oh.

Otorita IKN Buka Peluang Kemitraan dengan Pengusaha Lokal Kalimantan
Baca Juga

Otorita IKN Buka Peluang Kemitraan dengan Pengusaha Lokal Kalimantan

“Proyek ini bukan hanya tentang membangun Smart City Cooperation Center, tetapi juga tentang kerja sama teknologi dan berbagi pengetahuan antara kedua negara. Saya berharap pertukaran teknologi dan pengetahuan di antara para ahli akan terus berjalan, bahkan setelah proyek ini berakhir,” kata Kido Oh, Rabu, (4/11/2026).

Keterhubungan ekologis antara kawasan ibu kota baru dengan daerah penyangga di sekitarnya turut menjadi materi diskusi strategis.

Pendekatan Regional Circular and Ecological Sphere dalam pengawasan sumber daya wilayah dipresentasikan oleh perwakilan akademisi Institut Teknologi Kalimantan Rahmat Aris Pratomo.

“Kota, apakah kita menyebutnya hijau, pintar, atau bahkan kota hutan, tidak bisa berdiri sendiri. Seberapa hijau sebuah kota bergantung pada hubungannya dengan kawasan di sekelilingnya,” tutur Rahmat Aris Pratomo, Rabu, (4/11/2026).

Pengoperasian gedung cerdas, penerapan gedung hijau, serta penyusunan indikator kinerja utama (Key Performance Indicators) disepakati menjadi tindak lanjut teknis dari forum tersebut.

(Hendrawan)