Klaster perlindungan hukum terhadap hak-hak masyarakat hukum adat di Kalimantan Barat kembali menjadi sorotan dalam forum legislasi nasional. Sejumlah pimpinan Badan Legislasi DPR RI, anggota komisi hukum, organisasi sipil, dan otoritas keamanan menggelar dialog publik terpadu guna merumuskan perluasan ruang advokasi melalui media massa.
Pertemuan tersebut dikemas dalam Seminar Nasional bertajuk “Peran Media Menyuarakan Masyarakat Adat yang Tidak Pernah Disuarakan” di Gedung Teater I Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak, Minggu, (12/7/2026).
Forum ini menghadirkan Wakil Ketua Badan Legislasi DPR RI Sturman Panjaitan, Anggota Komisi XIII DPR RI Paulus Hadi, Sekretaris Jenderal Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Rukka Sombolinggi, serta Komisaris Utama Ruai TV Stevanus Masiun, pascaacara dibuka oleh CEO Ruai TV Alim.
Diskusi terfokus pada lambatnya penetrasi regulasi perlindungan wilayah adat serta tingginya hambatan yang dihadapi komunitas lokal dalam mengomunikasikan konflik agraria dan eksklusi sosial kepada para pembuat kebijakan di tingkat pusat.

