Kepolisian Daerah Kalimantan Barat (Polda Kalbar) menggelar program Bakti Kesehatan massal yang dijadwalkan berlangsung mulai 2 Juni hingga 1 Juli 2026. Hingga pertengahan berjalan, tercatat sebanyak 3.403 warga telah menerima pelayanan sosial kesehatan yang disediakan secara gratis bagi masyarakat dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80.
Agenda yang dipusatkan di Pontianak ini dihadiri langsung oleh Kapolda Kalbar Pipit Rismanto, Wakapolda Kalbar, Pejabat Utama Polda Kalbar, Ketua PD Bhayangkari Kalbar, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Polda Kalbar, serta perwakilan BPJS Kesehatan Provinsi Kalbar. Turut hadir Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Kepala UTD PMI Kota Pontianak, serta perwakilan komunitas ojek online dan karyawan Dinas Kebersihan Provinsi Kalimantan Barat.

Rincian Capaian Data Medis Pasien
Hingga masa berjalan operasional bakti sosial ini, akumulasi data teknis dari 3.403 penerima manfaat mencakup penanganan intervensi klinis dengan perincian sebagai berikut:
Cek Kesehatan Gratis (CKG): 1.236 orang peserta.
Pengobatan Umum: 651 orang pasien.
Pelayanan Dokter Spesialis: 120 orang pasien.
Perawatan Medis Gigi: 80 orang pasien.
Operasi Katarak: 10 orang pasien.
Tindakan Bedah Minor: 30 orang pasien.
Pelayanan KB dan KIA: 11 orang peserta.
Partisipasi Donor Darah: 385 kantong/pendonor.
Khitanan Massal: 177 anak peserta.
Penanganan Stunting: 17 anak peserta.
Pemeriksaan Laboratorium: 104 orang pasien.
Skrining dan Pengobatan TBC: 58 orang peserta.
Pelayanan Kesehatan Disabilitas: 139 orang penyandang disabilitas.
Pendekatan Preventif dan Kemanusiaan
Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabid Dokkes) Polda Kalbar, Subur, memaparkan bahwa skema Bakti Kesehatan ini ditargetkan untuk memotong jarak akses fasilitas kesehatan langsung ke kantong-kantong pemukiman warga. Variasi penanganan medis tidak hanya dikonsentrasikan pada penanganan kuratif, melainkan juga mengedepankan aspek promotif dan preventif melalui deteksi dini risiko penyakit.
Senada dengan hal itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Kalbar, Bambang Suharyono, menambahkan bahwa program ini ditempatkan sebagai fungsi pelayanan kemanusiaan kepolisian di luar tugas pokok pengamanan wilayah.
“Hari Bhayangkara bukan hanya menjadi momentum peringatan bagi institusi Polri, tetapi juga menjadi kesempatan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Melalui Bakti Kesehatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa Polri hadir tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga memberikan manfaat nyata melalui pelayanan kemanusiaan di bidang kesehatan,” jelas Bambang Suharyono.
Rangkaian operasional klinis gratis ini diproyeksikan akan terus bergulir di posko kesehatan yang telah ditentukan guna mengakomodasi sisa target sasaran warga hingga awal Juli mendatang.
(Hendrawan)