Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Bapperida Gelar KOPi 2026, Pemkot Pontianak Wajibkan ASN Ciptakan Inovasi Berdampak

Hendrawan
Hendrawan
Kamis, 17 September 2026 · 11:352 menit baca
Bapperida Gelar KOPi 2026, Pemkot Pontianak Wajibkan ASN Ciptakan Inovasi Berdampak
Bapperida Pontianak gelar Bimtek KOPi 2026; Sekda Amirullah dorong ASN ciptakan inovasi pelayanan publik yang berdampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat. (Dok. Prokopim Pontianak)

Pemerintah Kota Pontianak resmi membuka rangkaian Kompetisi Inovasi Pontianak (KOPi) Tahun 2026 melalui agenda Bimbingan Teknis dan Sosialisasi Penyusunan Proposal di Aula Rohana Muthalib, Kantor Bapperida Kota Pontianak, Kamis, (17/9/2026).

Penyelenggaraan kompetisi ini dikhususkan bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak guna melahirkan pembaruan sistem kerja birokrasi yang adaptif, efektif, serta memberikan dampak langsung terhadap pelayanan publik. Tuntutan transformasi tata kelola birokrasi di tingkat daerah ditegaskan oleh Sekretaris Daerah Kota Pontianak, Amirullah, saat membuka kegiatan secara resmi.

“Inovasi bukan lagi sekadar pilihan, tetapi sudah menjadi bagian penting dari tata kelola pemerintahan,” ujarnya, Kamis, (17/9/2026).

Skema inovasi ditegaskan tidak selalu bertumpu pada proyek mercusuar atau alokasi anggaran bernilai besar, melainkan berfokus pada efisiensi penyelesaian hambatan administratif di lapangan. Penyederhanaan orientasi perbaikan layanan dipaparkan lebih lanjut dalam arahannya.

Transformasi Birokrasi, Sekda Pontianak Minta ASN Kedepankan Mental Melayani Warga
Baca Juga

Transformasi Birokrasi, Sekda Pontianak Minta ASN Kedepankan Mental Melayani Warga

“Inovasi bisa dimulai dari bagaimana kita menemukan cara yang lebih baik dalam menyelesaikan persoalan masyarakat maupun meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan,” katanya.

Pada edisi 2026, tata kelola KOPi dialihkan dari Bagian Organisasi Sekretariat Daerah menuju Bidang Riset dan Inovasi Daerah Bapperida Kota Pontianak sebagai langkah strategis memperkuat ekosistem riset yang berkelanjutan. Keberlanjutan implementasi gagasan menjadi perhatian utama agar program yang dirancang tidak berhenti sebatas ajang seremonial tahunan. Kekhawatiran terkait mandeknya program kerja usai perlombaan diuraikan dalam keterangannya.

“Jangan sampai setelah kompetisi selesai, inovasinya kemudian berhenti,” katanya.

Optimalkan Formasi Pegawai, Biro Organisasi Kalbar Luncurkan Klinik Simantap
Baca Juga

Optimalkan Formasi Pegawai, Biro Organisasi Kalbar Luncurkan Klinik Simantap

Aparatur di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) diinstruksikan mengubah orientasi keikutsertaan dari sekadar mengejar status juara menjadi penciptaan manfaat riil bagi masyarakat luas. Prinsip dasar keikutsertaan kompetisi tersebut ditekankan kembali dalam penjelasannya.

“Bukan sekadar berlomba untuk menjadi juara, tetapi berlomba untuk memberikan manfaat terbaik bagi masyarakat,” tegasnya.

Penyusunan dokumen rancangan kerja diharapkan mampu memotret masalah faktual di lapangan serta memenuhi kelayakan replikasi oleh unit kerja lain. Harapan terhadap mutu luaran proposal inovasi disampaikan lebih lanjut dalam sambutannya.

“Saya berharap lahir proposal-proposal inovasi yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan memberikan dampak nyata bagi Kota Pontianak,” ujarnya.

Forum bimbingan teknis bersama para pemateri teknis diarahkan menjadi wadah pertukaran gagasan dalam merumuskan terobosan pelayanan publik yang terukur. Harapan atas keberhasilan penjaringan ide-ide solutif ditegaskan kembali sebagai penutup keterangannya.

“Semoga melalui KOPi Tahun 2026 kita semakin banyak menemukan inovasi unggulan yang membawa perubahan nyata bagi penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya.

(Hendrawan)