Sab, 20/06/26 · 06.13.44
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Buka MTQ ke-34, Edi Rusdi Kamtono Targetkan Peserta Tembus Standar Nasional

Hendrawan
Hendrawan
Sabtu, 20 Juni 2026 · 11:012 menit baca
Buka MTQ ke-34, Edi Rusdi Kamtono Targetkan Peserta Tembus Standar Nasional
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono resmi membuka MTQ ke-34 di Taman Alun Kapuas pada Jumat (19/6/2026). Targetkan nilai peserta capai standar nasional. (Dok. Prokopim Pontianak)

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mendorong peningkatan kualitas peserta Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-34 Kota Pontianak agar mampu mencapai nilai tinggi sesuai standar kejuaraan nasional. Langkah ini didasarkan pada rekam jejak capaian sejumlah qari dan qariah asal Pontianak yang sebelumnya telah menorehkan prestasi di tingkat nasional maupun internasional.

“Kalau bisa nilainya di atas 97, karena itu standar yang bisa bersaing di tingkat nasional. Kita ingin qari dan qariah Kota Pontianak mampu membawa nama harum tidak hanya di tingkat kota, tetapi juga provinsi, nasional, bahkan internasional,” ungkap Edi saat membuka MTQ ke-34 Kota Pontianak di Taman Alun Kapuas, Jumat (19/6/2026) malam.

Edi berpesan kepada dewan hakim dan pengawas untuk menjaga objektivitas serta kualitas penilaian guna memacu kemampuan para peserta. Gelaran MTQ tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Kayong Utara juga ditempatkan sebagai salah satu tolok ukur penting dalam mempersiapkan delegasi terbaik daerah.

Wali Kota Pontianak Dorong Bakcang Jadi Ikon Kuliner Khas Daerah
Baca Juga

Wali Kota Pontianak Dorong Bakcang Jadi Ikon Kuliner Khas Daerah

“Bukan hanya mengejar juara umum, tetapi bagaimana kualitas peserta kita benar-benar mampu membawa nama harum Kota Pontianak dan Kalimantan Barat,” jelas Edi.

Kolaborasi Mengatasi Tantangan Sosial
Selain dimensi kompetisi, Edi menilai syiar keagamaan seperti MTQ berdampak strategis dalam memperkuat nilai sosial. Di tengah dinamika Kota Pontianak yang menghadapi tantangan pertumbuhan penduduk dan keterbatasan wilayah, pemerintah daerah memerlukan sinergi lintas sektor guna meredam potensi konflik sosial.

“Kita harus bersama-sama berkolaborasi dan bersinergi untuk menciptakan Kota Pontianak yang aman, damai, harmonis dan toleran,” ucapnya.

Edi berharap nilai-nilai Al-Qur’an diimplementasikan secara konkret oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus mempererat hubungan antarwarga.

Atasi Banjir Rob, Pemkot Pontianak Bongkar Jembatan Penyumbat Aliran Air
Baca Juga

Atasi Banjir Rob, Pemkot Pontianak Bongkar Jembatan Penyumbat Aliran Air

“Harapan kita, MTQ ini bisa meningkatkan ukhuwah Islamiah dan tali silaturahmi. Yang paling penting, bagaimana Al-Quran menjadi pedoman hidup masyarakat Kota Pontianak,” ujarnya.

269 Peserta Bersaing di Tujuh Cabang Lomba
Ketua Panitia MTQ ke-34 Kota Pontianak, Yusnaldi, memaparkan bahwa ajang tahun ini diikuti oleh 269 peserta yang merupakan utusan resmi dari enam kecamatan se-Kota Pontianak. Kompetisi dirancang berlangsung selama lima hari, mulai 19 hingga 23 Juni 2026.

Lokasi perlombaan disebar di beberapa titik strategis, meliputi mimbar utama Taman Alun Kapuas, Aula Lingkungan Kantor Wali Kota Pontianak, Aula Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kota Pontianak, serta Masjid Al-Khalifah di Kompleks Kantor Wali Kota. terdapat tujuh cabang yang dilombakan, yakni Tilawah (kategori anak-anak, remaja, dewasa, dan tunanetra), Qiraat Sab’ah dan usia emas, Hifzil Quran, Syarhil Quran, Fahmil Quran, Khattil Quran, serta Karya Tulis Ilmiah Hadis.

Untuk cabang Hifzil Quran, kategori yang dipertandingkan berkisar dari 1 juz hingga 30 juz serta Tartil Anak. Sementara cabang Khattil Quran mencakup kategori naskah, mushaf, dekorasi, kontemporer, dan digital.

Penyelenggaraan ini diharapkan dapat memperkuat literasi keagamaan dan membentuk karakter sosial kemasyarakatan yang religius.

Isi Dua Jabatan Lowong, Pemkot Pontianak Gelar Evaluasi Pejabat
Baca Juga

Isi Dua Jabatan Lowong, Pemkot Pontianak Gelar Evaluasi Pejabat

“Melalui MTQ ini, kita ingin budaya literasi dan dakwah Qurani semakin tumbuh di masyarakat. Nilai-nilai Al-Quran diharapkan tidak hanya dibaca, tetapi juga dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Yusnaldi.

(Hendrawan)