Sab, 18/07/26 · 02.54.23
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Dorong Sinergi HIPMI Kalbar dan Pemprov: Bidik Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Lewat Optimalisasi Agraria dan Minerba

Hendrawan
Hendrawan
Rabu, 20 Mei 2026 · 01:022 menit baca
Dorong Sinergi HIPMI Kalbar dan Pemprov: Bidik Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Lewat Optimalisasi Agraria dan Minerba
HIPMI Kalbar dan Pemprov bersinergi bidik target pertumbuhan ekonomi 8 persen melalui optimalisasi potensi agraria serta minerba seperti sawit dan bauksit. (Dok. Hendrawan/Nusantara Post)

Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Kalimantan Barat (BPD HIPMI Kalbar) mendorong sinergi dengan Pemerintah Provinsi guna membidik target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen. Langkah ini diupayakan melalui optimalisasi sektor agraria dan mineral batubara (minerba) yang menjadi komoditas unggulan di wilayah tersebut.

Komitmen ini mengemuka dalam rangkaian Rapat Kerja Daerah (Rakerda), Pendidikan dan Pelatihan Daerah (Diklatda), serta Forum Bisnis Daerah (Forbisda) yang digelar di Ballroom Kencana Hotel Alimoer, Selasa (19/5/2026). Agenda strategis ini dihadiri oleh Gubernur Kalbar Ria Norsan, jajaran pengurus pusat dan daerah HIPMI, serta perwakilan anggota DPR RI.

Ketua Umum BPD HIPMI Kalbar, Aditya Setiawan, menyatakan bahwa penyusunan program kerja dalam Rakerda tahun ini difokuskan untuk merespons visi ekonomi Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan pertumbuhan nasional menyentuh angka 8 persen. Menurutnya, Kalimantan Barat memiliki modal besar pada sektor agraria dan minerba untuk berkontribusi dalam target tersebut.

“Hadirnya HIPMI Kalimantan Barat dalam momentum Rakerda ini adalah untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi 8 persen sesuai dengan program Bapak Presiden Prabowo Subianto. Potensi Kalimantan Barat ini sangat banyak, ada bauksit dan kelapa sawit,” kata Aditya.

Jamin Stabilitas Keamanan Wilayah, Pemprov Kalbar Perkuat Hubungan Kemitraan Lintas Sektoral
Baca Juga

Jamin Stabilitas Keamanan Wilayah, Pemprov Kalbar Perkuat Hubungan Kemitraan Lintas Sektoral

Aditya juga menambahkan bahwa realisasi target tersebut memerlukan ruang kolaborasi yang konkret antara para pengusaha muda di daerah dengan pemerintah daerah setempat.

“Saya berharap dengan agenda ini teman-teman di daerah bisa berkolaborasi dengan pemerintah daerah agar kita bisa mewujudkan target ekonomi tersebut,” ujarnya.

Merespons hal itu, Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menyatakan bahwa pemerintah provinsi membuka pintu kemitraan bagi para pengusaha muda. Sektor-sektor strategis seperti Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta hilirisasi komoditas dinilai memerlukan keterlibatan pelaku usaha yang adaptif.

“Kalau ada permasalahan yang dihadapi, datang ke kami. Karena kami di pemerintahan provinsi memiliki banyak bidang yang bisa membantu, pertama di bidang UMKM dan sektor lainnya,” ujar Ria Norsan.

Atasi Dampak Modernisasi Kota, Pemprov Kalbar Canangkan Gerakan Indonesia ASRI
Baca Juga

Atasi Dampak Modernisasi Kota, Pemprov Kalbar Canangkan Gerakan Indonesia ASRI

Selain membuka ruang komunikasi, Ria Norsan juga mengingatkan para pelaku usaha mengenai pentingnya ketahanan mental dalam menghadapi tantangan industri, khususnya di tengah fluktuasi pasar komoditas global.

“Menjadi pengusaha itu yang pertama adalah harus punya mental yang kuat. Jika kita mempunyai mental yang kuat dalam menghadapi berbagai situasi dan kondisi, kita akan berhasil dalam berbisnis,” pungkasnya.

(Hendrawan)