Momentum Bulan Kemerdekaan yang semestinya menjadi penegas kedaulatan rakyat atas hak pemenuhan infrastruktur dasar dan keadilan sosial, justru menyisakan ironi ketimpangan di bumi Kalimantan. Di tengah semarak perayaan kemerdekaan, pengibaran bendera Merah-Kuning-Biru atau Bendera Borneo Raya di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, mencuat sebagai bentuk protes terbuka masyarakat daerah terhadap sistem pembagian hasil sumber daya alam yang dinilai meminggirkan kawasan luar Jawa.

Aksi pengibaran atribut kultural tersebut ditegaskan oleh Aliansi Borneo Raya Menggugat bukan sebagai gerakan separatisme, melainkan medium kritik atas lambannya respons pemerintah pusat terhadap berbagai tuntutan mendasar masyarakat Kalimantan.
