Sel, 07/07/26 · 17.21.25
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Janji Pulih 11 Juli, PLN Kalbar Hadapi Ancaman Demo Warga Jika Pemadaman Meleset

Hendrawan
Hendrawan
Selasa, 7 Juli 2026 · 23:283 menit baca
Janji Pulih 11 Juli, PLN Kalbar Hadapi Ancaman Demo Warga Jika Pemadaman Meleset
Lintas ormas Pontianak mendatangi PLN Kalbar menuntut kompensasi akibat pemadaman listrik. Warga mengancam akan bermalam di kantor PLN jika 11 Juli belum pulih. (Dok. HO/TNP)

Manajemen PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Barat menghadapi ancaman aksi pendudukan kantor operasional oleh gelombang massa apabila target pemulihan sistem kelistrikan regional yang dipatok rampung pada Sabtu, 11 Juli 2026 kembali meleset. Otoritas ketenagalistrikan juga didesak segera merumuskan skema ganti rugi materiil akibat pemadaman beruntun.

Ketegangan tersebut mengemuka saat sejumlah tokoh masyarakat dan lintas organisasi kemasyarakatan (ormas) mendatangi Kantor PLN UID Kalbar di Jalan Ahmad Yani, Pontianak, Selasa (7/7/2026). Pertemuan itu dihadiri Ketua Front Persaudaraan Islam (FPI) Kalbar Rizal Alqadri, tokoh etnis Dayak Alex Sandra Djaong, Ketua Harian IKMA Fauzi, dan perwakilan keluarga besar Tionghoa Hendry Pangestu Liem.

Delegasi warga menegaskan bahwa pemadaman listrik yang terjadi beberapa waktu terakhir telah memicu kelumpuhan aktivitas domestik hingga kerugian finansial yang signifikan di sektor usaha mikro.

“Kami berharap PLN memberikan kontribusi berupa kompensasi kepada masyarakat terdampak. Bentuknya bisa berupa voucher atau uang tunai yang dibahas bersama masyarakat,” tuntut Alex Sandra Djaong mengenai skema pertanggungjawaban korporasi.

Gaji Direksi Ratusan Miliar, Mahasiswa Kalbar Desak PLN Transparan Ungkap Pemadaman
Baca Juga

Gaji Direksi Ratusan Miliar, Mahasiswa Kalbar Desak PLN Transparan Ungkap Pemadaman

Kerugian Finansial dan Ancaman Boikot Kantor
Dampak sistemik dari ketidakstabilan pasokan daya dilaporkan menyasar seluruh lapisan konsumen tanpa kecuali. Salah satu perwakilan warga, Hendry Pangestu Liem, memaparkan dirinya mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah akibat kematian sembilan ekor komoditas ikan arwana miliknya yang dipicu berhentinya sirkulator air saat listrik padam.

Pihak terdampak menyatakan telah menyiapkan berkas gugatan hukum formal perihal kelalaian pemenuhan hak-hak konsumen ke meja manajemen perwakilan wilayah.

“Kalau target itu kembali meleset, kami akan mengajak masyarakat Kota Pontianak bermalam di kantor PLN sebagai bentuk protes,” tegas Hendry Pangestu Liem menanggapi komitmen tanggal pemulihan dari PLN.

Selain kerugian materiil pada lini usaha, kendala operasional ini juga memaksa sejumlah warga mengungsikan anggota keluarga yang rentan, seperti bayi dan lansia, ke fasilitas penginapan komersial akibat suhu hunian yang tidak kondusif.

Tuntut Keadilan Anggaran, Pemprov Kalbar Usul DBH Sawit Rp100 per Kilogram TBS
Baca Juga

Tuntut Keadilan Anggaran, Pemprov Kalbar Usul DBH Sawit Rp100 per Kilogram TBS

Desakan Transparansi Kendala Teknis Publik
Organisasi sipil mengingatkan jajaran direksi untuk tidak menganggap remeh eskalasi kekecewaan publik yang berpotensi memicu gesekan sosial di tingkat tapak. PLN diminta membuka akses informasi seluas-luasnya mengenai akar masalah kerusakan teknis yang dialami sistem interkoneksi Kalbar.

“Kami mencintai dan menghormati Bapak-Ibu di PLN. Kami juga berharap Bapak-Ibu memiliki rasa cinta kepada masyarakat. Kalau sama-sama saling menghormati dan saling peduli, insya Allah semua persoalan bisa esai dengan baik. Kalau listrik terus bermasalah, dampaknya dirasakan semua masyarakat. Ini bukan lagi soal agama atau suku. Semua warga Kalimantan Barat membutuhkan pelayanan listrik yang baik,” ujar Rizal Alqadri.

Ia mengimbau penyelenggara layanan publik untuk segera merealisasikan perbaikan struktural agar sektor usaha dan pemenuhan hak dasar warga tidak terus dikorbankan.

“Kami tidak ingin terjadi keributan. Yang kami inginkan hanya pelayanan listrik yang lebih baik dan kepastian bagi masyarakat. Semoga ke depan PLN benar-benar hadir untuk melayani rakyat,” pungkasnya menutup tuntutan warga.

Merespons tekanan dan tuntutan tersebut, Manager PLN UID Kalbar, Maria Goretti Indrawati Gunawan, menyatakan permohonan maaf terbuka atas ketidaknyamanan operasional yang terjadi dan meminta waktu untuk menyelesaikan pemeliharaan jaringan.

Tinggalkan Pencatatan Manual, PKK Kota Pontianak Integrasikan Pendataan Digital Berbasis AI
Baca Juga

Tinggalkan Pencatatan Manual, PKK Kota Pontianak Integrasikan Pendataan Digital Berbasis AI

“Kami sekali lagi memohon maaf atas kondisi yang terjadi. Kami juga memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Kalimantan Barat agar proses pemulihan dapat berjalan lancar, sehingga listrik di Kalbar segera pulih kembali seperti sedia kala,” ujar Maria Goretti Indrawati Gunawan.

(Hendrawan)