Sel, 07/07/26 · 17.25.35
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Tinggalkan Pencatatan Manual, PKK Kota Pontianak Integrasikan Pendataan Digital Berbasis AI

Memei
Memei
Selasa, 7 Juli 2026 · 22:592 menit baca
Tinggalkan Pencatatan Manual, PKK Kota Pontianak Integrasikan Pendataan Digital Berbasis AI
Tim Penggerak PKK Kota Pontianak Yanieta Arbiastutie menginstruksikan migrasi total dari buku catatan manual ke pendataan digital berbasis AI di 29 kelurahan. (Dok. PKK Pontianak)

Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kota Pontianak menginstruksikan seluruh jajaran aparatur kader di 29 kelurahan dan 6 kecamatan untuk menghentikan sistem pencatatan data logistik secara manual di dalam buku administrasi. Otoritas organisasi mengalihkan basis data pemetaan sosial ke dalam sistem integrasi digital guna mempercepat deteksi intervensi masalah di lapangan.

Peralihan metode pendataan tersebut dipaparkan dalam agenda penguatan kapasitas siber di Aula Rumah Dinas Wali Kota Pontianak, Selasa (7/7/2026).

Langkah ini diambil menyusul lambatnya sinkronisasi data kuantitas dasawisma, pemetaan tengkes (stunting), serta sebaran usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) binaan yang selama ini menghambat ketepatan sasaran penyaluran bantuan pemerintah.

“Menjadi kader PKK itu bukan sekedar menjalankan program saja. Tetapi kita juga harus menjadi agen dan penggerak perubahan di tengah keluarga dan di tengah lingkungan masyarakat,” ujar Ketua Tim Penggerak PKK Kota Pontianak, Yanieta Arbiastutie.

Kajati Kalbar Buka Pra-Musrenbang 2026, Tegaskan Transformasi Digital adalah Perubahan Budaya Kerja
Baca Juga

Kajati Kalbar Buka Pra-Musrenbang 2026, Tegaskan Transformasi Digital adalah Perubahan Budaya Kerja

Migrasi Data Menggunakan Kecerdasan Buatan
Manajemen organisasi menekankan bahwa digitalisasi data berskala makro merupakan prasyarat mutlak untuk membangun kemandirian ekonomi sektor domestik. Penggunaan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) mulai diperkenalkan di tingkat tapak untuk memotong birokrasi penyusunan laporan berkala.

Otoritas PKK meminta para kader di tingkat basis tidak resisten terhadap perubahan instrumen teknologi siber, mengingat data spasial yang valid berfungsi sebagai instrumen navigasi program.

“Saya berharap kecamatan dan kelurahan segera melakukan pembaharuan data pengurus secara lengkap dan tepat menggunakan teknologi digital mulai dari sekarang,” kata Yanieta Arbiastutie.

Ia menambahkan mengenai efisiensi pemanfaatan komputasi modern untuk menyortir data riil kemiskinan dan kesehatan keluarga.

Tuntut Keadilan Anggaran, Pemprov Kalbar Usul DBH Sawit Rp100 per Kilogram TBS
Baca Juga

Tuntut Keadilan Anggaran, Pemprov Kalbar Usul DBH Sawit Rp100 per Kilogram TBS

“Data yang valid adalah kompas dalam menentukan arah program 10 pokok PKK. Agar bantuan dan intervensi yang dilakukan di masyarakat tepat sasaran. Jangan takut menggunakan teknologi. Teknologi akan membantu kita. Dulu data diolah manual, sekarang dengan AI proses menyimpan, memperbaiki, meringkas jadi mudah dan cepat,” paparnya.

Mitigasi Pamer Media Sosial dan Kerja Sama IT Wilayah
Dalam evaluasi tersebut, pihak manajemen juga memberikan catatan agar penggunaan platform digital dan ruang siber oleh para kader tidak bergeser menjadi sekadar ajang unjuk eksistensi personal yang mengaburkan substansi pemberdayaan ekonomi riil.

“Saya selalu memperhatikan kegiatan PKK Kecamatan dan Kelurahan di media sosial. Semua sudah menggunakan teknologi digital. Bukan untuk pamer atau menonjolkan diri, tapi inilah bentuk kegiatan di masyarakat,” jelas Yanieta Arbiastutie mengenai fungsi publikasi kegiatan siber.

Guna mengatasi kendala disparitas kemampuan teknis siber di kalangan kader senior, organisasi menginstruksikan pembentukan unit kolaborasi taktis dengan memanfaatkan personel teknologi informasi (IT) resmi yang bertugas di kantor-kantor camat dan lurah setempat.

“Tim penggerak PKK baik di kecamatan maupun kelurahan kerjasamakan dengan IT yang ada di kantor camat atau kelurahan. Buat pelatihan. Gimana cara membuat vlog, mengedit video, membuat konten. Ini perlu kreativitas. PKK ini organisasi yang tumbuh dari semangat gotong royong. Jadi PKK kecamatan atau kelurahan tidak bergerak sendiri. Kita merupakan bagian dari PKK Kota Pontianak sehingga semua harus berkolaborasi,” pungkasnya.

(Memei)