Sab, 18/07/26 · 02.51.30
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Kajati Kalbar Buka Pra-Musrenbang 2026, Tegaskan Transformasi Digital adalah Perubahan Budaya Kerja

Rudi Agus Haryanto
Rudi Agus Haryanto
Senin, 25 Mei 2026 · 21:521 menit baca
Kajati Kalbar Buka Pra-Musrenbang 2026, Tegaskan Transformasi Digital adalah Perubahan Budaya Kerja
Kajati Kalimantan Barat Dr. Emilwan Ridwan membuka Pra-Musrenbang Kejaksaan se-Kalbar 2026 di Pontianak. Ia menegaskan transformasi digital kejaksaan bukan sekadar modernisasi teknologi melainkan perubahan budaya kerja menuju pelayanan hukum yang lebih transparan dan akuntabel. (Dok. HO/TNP)

Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat, Emilwan Ridwan, membuka Pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Pra-Musrenbang) Kejaksaan se-Kalimantan Barat Tahun 2026 di Aula Baharuddin Lopa Kejati Kalbar, Senin (25/5/2026). Forum yang digelar secara luring dan daring ini menjadi ajang penyusunan arah kebijakan dan kebutuhan pembangunan Kejaksaan untuk tahun berjalan.

Mengusung tema “Transformasi Digital Kejaksaan Guna Mewujudkan Asta Cita Menuju Indonesia Emas 2045”, kegiatan ini diikuti para Asisten, Kepala Tata Usaha, Koordinator, pejabat struktural, serta seluruh Kejaksaan Negeri dan Cabang Kejaksaan Negeri se-Kalimantan Barat.

Emilwan menegaskan bahwa transformasi digital yang dimaksud jauh melampaui pengadaan perangkat atau sistem baru. Inti dari perubahan ini, menurutnya, adalah transformasi budaya kerja di seluruh jajaran Kejaksaan.

“Transformasi digital bukan sekadar modernisasi teknologi, melainkan perubahan budaya kerja untuk mewujudkan pelayanan hukum yang lebih cepat, transparan, efektif, dan akuntabel,” tegasnya.

Bahas Implementasi KUHP Baru, Kapolda Sianipar Temui Kajati Emilwan Ridwan
Baca Juga

Bahas Implementasi KUHP Baru, Kapolda Sianipar Temui Kajati Emilwan Ridwan

Ia menekankan bahwa pemanfaatan teknologi informasi harus menjadi instrumen nyata dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, meningkatkan kualitas pelayanan hukum, serta mendukung penanganan perkara yang modern dan terintegrasi.

Emilwan juga mengingatkan seluruh peserta bahwa perencanaan pembangunan harus disusun secara cermat, terukur, dan berbasis kebutuhan nyata organisasi bukan sekadar memenuhi kewajiban administratif.

Kejati Kalbar menargetkan penguatan di tiga bidang utama dalam periode ini: inovasi layanan berbasis digital, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta pembangunan budaya kerja yang profesional, berintegritas, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

(Rudi)