Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa Kota Pontianak mengimbau para pelanggan untuk tidak menggunakan air olahan perusahaan untuk keperluan konsumsi akibat melonjaknya kadar garam (salinitas) pada sumber air baku yang terintrusi air laut, Senin (20/7/2026).
Berdasarkan pembaruan data resmi manajemen melalui akun Instagram @perumdamtirtakhatulistiwa pada pukul 08.00 WIB dan pukul 12.30 WIB, pengukuran kadar garam pada titik pantau Nipah Kuning mencatatkan angka di atas ambang batas normal (kurang dari atau sama dengan 300 mg/l) sejak dini hari.
Pada pengukuran dini hari pukul 00.30 WIB, kadar garam di titik Nipah Kuning menyentuh angka tertinggi mencapai 776 mg/l.
Angka tersebut perlahan turun pada pukul 02.00 WIB (653 mg/l), pukul 03.30 WIB (521 mg/l), pukul 05.00 WIB (625 mg/l), pukul 06.30 WIB (538 mg/l), hingga mencapai 394 mg/l pada pukul 08.00 WIB.
Pembaruan data berlanjut hingga siang hari pukul 12.30 WIB, di mana kadar garam di titik Nipah Kuning berangsur melandai ke angka 287 mg/l pada pukul 09.30 WIB, 80 mg/l pada pukul 11.00 WIB, dan berada di level 66 mg/l pada pukul 12.30 WIB.
Sementara itu, titik pengukuran lain seperti Imbon, Parma, dan Selat Panjang tercatat relatif stabil berada di bawah ambang batas aman 300 mg/l sepanjang hari.
Melalui rilis resminya, pihak Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa menyampaikan penjelasan mengenai kondisi fluktuasi kualitas air baku tersebut.
“Sehubungan dengan meningkatnya kadar garam (salinitas) pada air baku akibat intrusi air laut, hal tersebut berpotensi mempengaruhi kualitas air. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan berterima kasih atas pengertian pelanggan,” tulis manajemen pada pembaruan pukul 08.00 WIB.
Selanjutnya, pada pembaruan pukul 12.30 WIB, manajemen menegaskan komitmennya untuk terus memantau pergerakan air baku serta mengimbau penggunaan air secara bijak.
“Sehubungan dengan fluktuatifnya kadar garam (salinitas) pada air baku akibat pengaruh intrusi air laut, kondisi tersebut berpotensi berdampak pada kualitas air yang diterima oleh sebagian pelanggan. Kami akan terus melakukan pemantauan kondisi sumber air baku, serta menyampaikan informasi kepada pelanggan apabila terdapat perkembangan situasi yang memerlukan perhatian bersama,” lanjut pihak manajemen.
Pihak PDAM menyoroti imbauan penting bagi masyarakat terkait pemanfaatan air bersih selama periode intrusi ini.
“Air PAM hanya digunakan untuk kebutuhan mandi & cuci, BUKAN UNTUK KEPERLUAN KONSUMSI,” tegas pimpinan Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa dalam keterangan tertulisnya.
(roska)