Sen, 27/07/26 · 11.12.32
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Intrusi Air Laut Makin Parah, Kadar Garam Air PDAM Pontianak Melonjak Tembus 1.015 mg/l

Roska Putra
Roska Putra
Rabu, 22 Juli 2026 · 17:462 menit baca
Intrusi Air Laut Makin Parah, Kadar Garam Air PDAM Pontianak Melonjak Tembus 1.015 mg/l
Pipa besi besar berwarna biru penyalur air bersih PDAM Tirta Khatulistiwa melintasi saluran air di pinggir jalan. (Dok. Nusantara Post)

Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa Kota Pontianak mengimbau seluruh pelanggan untuk tidak mengonsumsi air olahan perusahaan akibat lonjakan tajam kadar garam (salinitas) pada air baku yang dipicu oleh semakin parahnya intrusi air laut, Rabu (22/7/2026).

Berdasarkan pembaruan data pemantauan berkala yang dirilis manajemen melalui akun Instagram @perumdamtirtakhatulistiwa pada pukul 08.00 WIB, 12.30 WIB, dan 15.30 WIB, tingkat salinitas pada titik pantau Nipah Kuning terus merangkak naik hingga melampaui tiga kali lipat dari ambang batas aman (kurang dari atau sama dengan 300 mg/l).

Pada pengukuran pagi hari pukul 00.30 WIB hingga 05.00 WIB, kadar garam di Nipah Kuning sempat berada di batas aman dengan kisaran 228 mg/l hingga 294 mg/l. Namun, lonjakan mulai terjadi pada pukul 06.30 WIB sebesar 361 mg/l dan terus meningkat menjadi 419 mg/l pada pukul 08.00 WIB.

Intrusi Air Laut Picu Lonjakan Kadar Garam Air PDAM Pontianak, Warga Diimbau Tidak Mengonsumsi
Baca Juga

Intrusi Air Laut Picu Lonjakan Kadar Garam Air PDAM Pontianak, Warga Diimbau Tidak Mengonsumsi

Kondisi tersebut semakin memburuk pada siang hari, di mana data pukul 09.30 WIB mencatat angka 479 mg/l, sempat turun tipis ke 427 mg/l pada pukul 11.00 WIB, lalu melonjak drastis ke 664 mg/l pada pukul 12.30 WIB.

Tren kenaikan berlanjut hingga sore hari pada pukul 14.00 WIB sebesar 839 mg/l, hingga puncaknya menyentuh angka 1.015 mg/l pada pengukuran pukul 15.30 WIB.

Sementara itu, titik pemantauan lain seperti Imbon dan Parma tercatat masih dalam kondisi sangat aman di bawah 10 mg/l. Adapun titik Selat Panjang yang sempat stabil di angka 9 mg/l sepanjang pagi hingga siang, mulai menunjukkan kenaikan menjadi 184 mg/l pada pukul 15.30 WIB.

Melalui rilis resminya, pihak Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa menyampaikan permohonan maaf dan mengimbau masyarakat untuk mewaspadai perubahan kualitas air tersebut.

“Sehubungan dengan meningkatnya kadar garam (salinitas) pada air baku akibat intrusi air laut, hal tersebut berpotensi mempengaruhi kualitas air. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan berterima kasih atas pengertian pelanggan,” tulis manajemen dalam pengumuman resminya.

Pengurasan IPA 3 Imam Bonjol Tuntas Lebih Cepat, Air Bersih PDAM Pontianak Berangsur Normal
Baca Juga

Pengurasan IPA 3 Imam Bonjol Tuntas Lebih Cepat, Air Bersih PDAM Pontianak Berangsur Normal

Pihak PDAM juga memberikan penegasan keras terkait pemanfaatan air olahan yang didistribusikan kepada masyarakat selama masa gangguan intrusi air laut ini.

“Air PAM hanya digunakan untuk kebutuhan mandi & cuci BUKAN UNTUK KEPERLUAN KONSUMSI,” tegas pimpinan Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa dalam keterangan tertulisnya.

(roska)