Jum, 07/08/26 · 14.48.18
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Karhutla Kalbar Meluas, BNPB Tambah Helikopter Water Bombing

Tony
Tony
Jumat, 7 Agustus 2026 · 20:411 menit baca
Karhutla Kalbar Meluas, BNPB Tambah Helikopter Water Bombing
Kobaran api dan kepulan asap memanjang membakar area perbukitan di kawasan Kalimantan Barat. Musim kemarau ekstrem memicu meluasnya kebakaran hutan dan lahan hingga ke area perbukitan dan lereng tinggi. (Dok. BNPB)

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, memimpin rapat koordinasi teknis penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan jajaran Forkopimda di Lanud Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Kamis (6/8/2026). Pertemuan ini digelar merespons lonjakan eskalasi karhutla yang meluas drastis di wilayah Kalbar.

BNPB mencatat luas lahan yang terbakar di Kalimantan Barat hingga Juni 2026 telah menembus angka 28.680 hektar. Luas daerah terdampak ini sudah melampaui total akumulasi area terbakar sepanjang tahun 2025 yang tercatat seluas 26.703 hektar. Kondisi cuaca ekstrem tanpa hujan selama lebih dari satu bulan menjadi pemicu utama cepatnya persebaran titik api.

“Sudah tidak adanya hujan lebih dari sebulan dan cuaca sangat panas, sebabkan luas lahan terbakar terus bertambah. Menurut BMKG, cuaca di Kalimantan Barat dalam tiga minggu ke depan akan lebih panas, bahkan tingkat mudah terbakarnya cenderung tinggi,” ungkap Suharyanto saat memberikan pengarahan di Lanud Supadio.

Antisipasi Puncak Karhutla Agustus, Pemprov Kalbar dan BNPB Matangkan Kesiapan
Baca Juga

Antisipasi Puncak Karhutla Agustus, Pemprov Kalbar dan BNPB Matangkan Kesiapan

Sebagai langkah penanganan cepat, BNPB memperkuat armada pemadaman udara dengan menambah dua unit helikopter water bombing, sehingga total unit yang dikerahkan menjadi lima helikopter.

Penambahan ini difokuskan untuk menyisir titik api di lokasi terisolir yang tidak dapat dijangkau oleh tim pemadam darat.

Minimnya potensi awan hujan membuat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) belum dapat dijalankan secara optimal, sehingga pemadaman udara dialihkan sepenuhnya ke skema bom air.

Ancaman Karhutla dan Kekeringan Meluas di Indonesia
Baca Juga

Ancaman Karhutla dan Kekeringan Meluas di Indonesia

Kendati demikian, BNPB tetap menyiagakan pesawat OMC dan helikopter patroli yang siap beroperasi sewaktu-waktu apabila terdapat pertumbuhan awan hujan.

Suharyanto menginstruksikan seluruh personil satgas darat gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan relawan untuk bergerak cepat melakukan pemadaman dini sebelum kobaran api membesar. Koordinasi penanganan darat terus diperketat di bawah arahan Gubernur Kalbar serta para bupati dan wali kota di setiap daerah.

(Tony)