Kam, 16/07/26 · 03.32.51
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Panen Raya Kalbar, Pemkot Pontianak Dorong Pameran Flora Fauna Jadi Agenda Tahunan

Memei
Memei
Kamis, 16 Juli 2026 · 09:021 menit baca
Panen Raya Kalbar, Pemkot Pontianak Dorong Pameran Flora Fauna Jadi Agenda Tahunan
Wali Kota Edi Rusdi Kamtono proyeksikan Pameran Flora Fauna di Ampera jadi agenda rutin tahunan demi dongkrak ekonomi lokal, sekaligus perketat denda tebang pohon. (Dok. Prokopim Pontianak)

Pemerintah Kota Pontianak memproyeksikan Pameran Flora dan Fauna sebagai instrumen permanen untuk menggerakkan roda ekonomi lokal di tengah puncak musim panen raya buah endemik Kalimantan Barat. Langkah ini diambil guna memperluas penetrasi pasar bagi petani hortikultura dan pelaku UMKM regional.

Agenda pameran hortikultura dan satwa tersebut diselenggarakan di halaman Kolam Renang Ampera dan dijadwalkan berlangsung selama enam hari, terhitung mulai tanggal 15 hingga 20 Juli 2026.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyatakan bahwa Pontianak wajib mengambil peran sebagai pusat pemasaran komoditas hayati regional untuk memperlancar hilirisasi tanaman hias dan buah-buahan lokal seperti durian, rambutan, manggis, dan langsat.

Masa Tugas Berakhir, Konsul Malaysia Azizul Zekri Pamit ke Wali Kota Pontianak
Baca Juga

Masa Tugas Berakhir, Konsul Malaysia Azizul Zekri Pamit ke Wali Kota Pontianak

“Pontianak ini sedang dibanjiri buah-buahan khas Kalimantan Barat. Rambutannya, manggisnya, langsatnya, bahkan duriannya, ini sangat luar biasa. Insya Allah ini akan menjadi agenda tetap tahunan, bahkan kalau bisa setahun lebih dari satu kali,” ujar Edi setelah meresmikan pembukaan pameran, Rabu (15/7/2026).

Pameran yang memadukan aktivitas lintas komunitas pehobi, kontes durian lokal, dan bursa tanaman produktif ini diproyeksikan menjadi ruang pertemuan produktif untuk meningkatkan pendapatan riil para petani plasma daerah serta memperkuat ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Pengetatan Regulasi Tebang Pohon dan Pemanfaatan Lahan Kota
Di sisi lain, pemerintah daerah menyoroti penyusutan lahan produktif di area perkotaan. Menghadapi tantangan tersebut, Edi menginstruksikan jajaran daerah dan masyarakat untuk mengoptimalkan lahan kosong non-produktif menjadi kawasan hijau terintegrasi.

Pemerintah kota juga memperketat izin pemangkasan atau penebangan pohon pelindung kota yang terdampak proyek infrastruktur jalan maupun bangunan komersial, dengan memberlakukan skema denda kompensasi bibit secara masif.

Hari Pertama Sekolah di Pontianak, Gerakan Ayah Mengantar Anak Capai 100 Persen
Baca Juga

Hari Pertama Sekolah di Pontianak, Gerakan Ayah Mengantar Anak Capai 100 Persen

“Lahan-lahan kosong yang tidak produktif harus kita hijaukan. Karena saya juga hobinya menanam pohon. Hasilnya yang kita lihat sekarang, Kota Pontianak alhamdulillah hijau. Kalaupun diizinkan, mereka harus mengganti minimal 50 sampai 100 bibit pohon pengganti. Mari kita galakkan cinta flora dan fauna untuk keberlangsungan kehidupan alam yang lestari,” tegas Edi.

(Memei)