Jum, 12/06/26 · 11.57.51
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Polda Kalbar Akui Sarana Terbatas Saat Latih Personel Kelola Informasi Digital

Hendrawan
Hendrawan
Jumat, 12 Juni 2026 · 17:362 menit baca
Polda Kalbar Akui Sarana Terbatas Saat Latih Personel Kelola Informasi Digital
SPN Polda Kalbar akui adanya keterbatasan sarana prasarana saat menggelar pelatihan intensif pengelolaan informasi digital bagi personel kehumasan. (Dok. Polda Kalbar)

Kepolisian Daerah Kalimantan Barat (Polda Kalbar) menggelar pelatihan kehumasan dan jurnalistik bagi 28 personel jajaran di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Kalbar, Singkawang, Jumat (12/6/2026). Langkah ini dilakukan di tengah sorotan terhadap pentingnya kecepatan verifikasi data otoritas keamanan guna menekan peredaran hoaks di media sosial.

Pelatihan yang berlangsung sepanjang 8–13 Juni 2026 ini menyasar para pengemban fungsi komunikasi publik di tingkat Polres. Materi yang diberikan meliputi dasar penerangan masyarakat, teknik wawancara, nilai berita, hingga pemanfaatan bahasa rilis yang lebih terbuka.

Kepala Koordinator Tenaga Pendidik (Kakorgadik) SPN Polda Kalbar, Suharto, mengonfirmasi adanya kendala sarana di pusat pelatihan, namun ia menegaskan target capaian kompetensi personel tidak boleh diturunkan.

“Kami menyadari bahwa saat ini sarana dan prasarana penunjang di SPN Polda Kalbar masih serba terbatas. Namun, keterbatasan itu sama sekali tidak boleh menyurutkan semangat kita. Profil lulusan dan standar kompetensi yang telah ditargetkan dalam pelatihan kehumasan ini harus tetap tercapai secara mutlak. Keterbatasan justru melatih kita untuk lebih kreatif, adaptif, dan tangguh dalam mengelola informasi di lapangan,” ujar Suharto.

Polda Kalbar Intai Pabrik Sawit yang Belum Sesuaikan Harga Pembelian TBS Petani
Baca Juga

Polda Kalbar Intai Pabrik Sawit yang Belum Sesuaikan Harga Pembelian TBS Petani

Suharto menambahkan, tuntutan terhadap aparatur di lapangan kini tidak lagi sebatas penanganan keamanan secara fisik, melainkan juga akurasi laporan kepada publik.

“SPN Polda Kalbar memfasilitasi penuh ruang belajar dan ekosistem latihan ini agar para peserta bisa menyerap ilmu secara maksimal. Ke depan, tantangan Polri di lapangan bukan hanya menjaga kamtibmas secara fisik, tetapi juga bagaimana mengomunikasikan kerja keras tersebut kepada masyarakat dengan bahasa yang jujur, transparan, dan menyejukkan,” kata Suharto.

Sementara itu, Kabidhumas Polda Kalbar, Bambang Suharyono, secara terpisah menyatakan bahwa kelambatan penyerapan fakta oleh institusi kerap menjadi celah bagi munculnya disinformasi yang merugikan ruang publik.

Pasca-Pengungkapan Kasus Narkotika, Pemandangan Senyap Selimuti Win One Pontianak
Baca Juga

Pasca-Pengungkapan Kasus Narkotika, Pemandangan Senyap Selimuti Win One Pontianak

“Di era disrupsi informasi saat ini, jika Polri tidak aktif dan cepat menyajikan fakta yang akurat, maka ruang publik akan diisi oleh hoaks dan persepsi yang keliru. Melalui pelatihan ini, kami ingin para peserta pelatihan ini pulang ke satwil masing-masing dengan mentalitas sebagai ‘News Producer’. Mereka harus mampu menjawab tuntutan keterbukaan informasi publik secara transparan, akuntabel, dan responsif,” jelas Bambang.

Melalui program berkala ini, personel kepolisian daerah ditargetkan mampu memproduksi laporan informasi yang lebih akurat guna meredam potensi gesekan sosial di ranah digital.

(Hendrawan)