Sab, 22/08/26 · 05.08.37
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Salurkan 777 Ton Logistik ke NTT, Lanud Halim Siagakan 4 Pesawat TNI AU

Rudi Agus Haryanto
Rudi Agus Haryanto
Sabtu, 22 Agustus 2026 · 11:172 menit baca
Salurkan 777 Ton Logistik ke NTT, Lanud Halim Siagakan 4 Pesawat TNI AU
Pos Logistik Halim telah terbangkan 777 ton bantuan darurat ke NTT dan siagakan empat pesawat TNI AU untuk kirim pasokan ke Labuan Bajo dan Maumere. (Dok. BNPB)
Pos Pendukung Logistik Nasional di Pangkalan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma mencatat sebanyak 777,7 ton bantuan logistik telah diterbangkan menuju wilayah terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga Jumat, (21/8/2026).
Penyaluran logistik tersebut dikirim secara bertahap melalui pos logistik di Labuan Bajo dan Maumere menggunakan armada pesawat TNI Angkatan Udara (AU) serta penerbangan kargo komersial yang didanai Dana Siap Pakai (DSP) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Rincian pergerakan angkutan udara mencakup 312,7 ton logistik via pesawat TNI AU pada periode 15–21 Agustus 2026, serta 465 ton logistik via kargo sewa DSP BNPB periode 17–21 Agustus 2026. Dari total pasokan yang masuk ke gudang Halim sebanyak 889,6 ton dari 57 donatur, stok persediaan yang masih tersisa di gudang tercatat sekitar 577 ton. Selain bahan makanan pokok, air mineral, dan paket obat-obatan, pengiriman logistik difokuskan pada pemenuhan fasilitas tempat tinggal darurat bagi ribuan warga pengungsi.
Sebanyak 245 unit tenda pengungsi telah didistribusikan ke Labuan Bajo (201 unit) dan Maumere (44 unit), didampingi 2.968 unit tenda keluarga yang terbagi ke Labuan Bajo (2.332 unit) dan Maumere (636 unit). Untuk mempercepat pengosongan gudang dan menjamin ketersediaan pasokan di lokasi bencana pada Sabtu, (22/8/2026), empat sortie penerbangan disiagakan dengan total kapasitas angkut 47 ton.
Armada yang dikerahkan meliputi satu unit Airbus A-4001 berkapasitas 22 ton tujuan Maumere, serta tiga unit Boeing (A-7304, A-7305, dan A-7306) yang melayani rute Labuan Bajo dan Maumere.
Kebutuhan mendesak di lapangan saat ini masih terfokus pada genset, matras tidur, perlengkapan sanitasi (hygiene kit), popok, serta paket nutrisi dan perawatan bayi di posko-posko penampungan.
Langkah koordinasi pengelolaan rantai pasok logistik lintas sektoral bersama kementerian, lembaga, TNI, Polri, dan relawan kemanusiaan dipaparkan oleh Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan. Penguatan sinergi distribusi logistik tersebut ditegaskan demi kelancaran penyaluran barang bantuan ke titik tapak pengungsian di NTT.

(Rudi)