Kam, 04/06/26 · 12.49.37
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Sempat Hilang Saat Cuaca Buruk, Pemancing di Teluk Pakedai Ditemukan Meninggal di Jermal Terluar

Dayank Ana Sebalu
Dayank Ana Sebalu
Kamis, 4 Juni 2026 · 18:202 menit baca
Sempat Hilang Saat Cuaca Buruk, Pemancing di Teluk Pakedai Ditemukan Meninggal di Jermal Terluar
Ikbal (28), pemancing yang hilang di perairan Kuala Balai, Teluk Pakedai, Kubu Raya ditemukan meninggal dunia di jermal terluar. Polisi pastikan murni kecelakaan. (Dok. Polres Kubu Raya)

Teka-teki hilangnya seorang pemancing bernama Ikbal (28) di perairan Kuala Balai, Kecamatan Teluk Pakedai, Kabupaten Kubu Raya, akhirnya terjawab. Warga Dusun Swadaya, Desa Selat Remis ini ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu (31/5/2026) pagi setelah sempat dinyatakan hilang akibat cuaca buruk.

Jasad korban ditemukan tersangkut di sebuah jermal terluar yang menghadap langsung ke arah muara laut. Penemuan ini menyudahi operasi pencarian yang dilakukan oleh Tim SAR Gabungan dan warga setempat sejak akhir pekan lalu.

Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade, membenarkan penemuan jasad korban dan memastikan bahwa insiden tersebut murni merupakan kecelakaan laut akibat faktor alam.

“Sejak menerima laporan kehilangan, Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas, personel Polsek Teluk Pakedai, serta dibantu warga masyarakat langsung bergerak cepat. Penyisiran masif dilakukan, namun karena kendala cuaca dan luasnya medan, upaya hari pertama belum membuahkan hasil,” ujar Ade, Kamis (4/6/2026).

Pelajari Pengelolaan Kerukunan, Toraja Utara Lakukan Studi Tiru Toleransi ke Pontianak
Baca Juga

Pelajari Pengelolaan Kerukunan, Toraja Utara Lakukan Studi Tiru Toleransi ke Pontianak

Kronologi Kejadian dan Proses Penyisiran

Peristiwa ini bermula pada Jumat (29/5/2026) malam ketika korban pergi memancing di wilayah perairan Kuala Balai, kawasan yang menjadi batas alam antara Desa Selat Remis dan Desa Tanjung Bunga. Sekitar pukul 21.00 WIB, cuaca buruk melanda kawasan perairan tersebut hingga menyebabkan korban hilang dan diduga kuat tenggelam terseret arus malam.

Setelah pencarian hari pertama oleh tim gabungan sempat nihil, pihak keluarga bersama warga kembali melakukan penyisiran mandiri pada Minggu pagi pukul 06.30 WIB. Berselang 30 menit kemudian, jasad korban berhasil ditemukan.

“Korban berhasil ditemukan di jermal terluar di area muara yang mengarah ke Laut Cina Selatan. Saat ditemukan, posisi jenazah tersangkut di struktur jermal dengan kondisi masih mengenakan pakaian lengkap, yaitu sweater putih dan celana panjang hitam,” jelas Ade.

Curi Kabel Tower Telkomsel Senilai Belasan Juta, Pemuda di Kubu Raya Tertangkap Basah
Baca Juga

Curi Kabel Tower Telkomsel Senilai Belasan Juta, Pemuda di Kubu Raya Tertangkap Basah

Keluarga Tolak Visum dan Ikhlas

Pasca-penemuan tersebut, jasad korban langsung dievakuasi dari tengah laut dan tiba di rumah duka pada pukul 08.10 WIB untuk proses pemakaman. Pihak keluarga menyatakan telah menerima insiden tragis ini dengan ikhlas sebagai musibah akibat cuaca buruk di laut.

“Pihak keluarga sudah menerima dengan ikhlas kepergian korban. Mereka menyadari bahwa peristiwa ini murni kecelakaan akibat tenggelam yang dipicu oleh cuaca buruk di laut. Oleh karena itu, keluarga menolak untuk dilakukan visum dan telah menandatangani Berita Acara Penolakan Visum,” tutup Ade.

Berkaca dari kejadian ini, warga khususnya nelayan dan pemancing diimbau untuk selalu memantau perkembangan cuaca serta meningkatkan kewaspadaan sebelum memutuskan untuk melaut demi keselamatan.

(Dayank Ana)