Sab, 22/08/26 · 08.05.15
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Setelah Sebulan Lebih Karhutla di Kalbar, Presiden Prabowo Akhirnya Tiba Pimpin Rapat Koordinasi

Achmad Fatoni
Achmad Fatoni
Sabtu, 22 Agustus 2026 · 14:141 menit baca
Setelah Sebulan Lebih Karhutla di Kalbar, Presiden Prabowo Akhirnya Tiba Pimpin Rapat Koordinasi
Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat koordinasi penanganan karhutla setibanya di Kalimantan Barat. (Dok. HO/TNP)

Setelah sebulan lebih wilayah Kalimantan Barat berjibaku menghadapi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto akhirnya tiba di Pangkalan TNI AU Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Sabtu, (22/8/2026). Setibanya di lokasi, Kepala Negara langsung memimpin rapat koordinasi terbatas guna mengevaluasi penanganan di lapangan.

Dalam pengantarnya di Posko Penanganan Karhutla, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya melihat kondisi riil di wilayah terdampak serta memastikan koordinasi antar-instansi berjalan tanpa hambatan.

“Saya datang untuk melihat keadaan setempat yang nyata. Sekarang saya minta siapa yang bisa kasih saya presentasi tentang situasi,” tegas Presiden Prabowo.

Rapat darurat ini turut dihadiri oleh Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, yang melaporkan kehadiran jajaran lengkap dari pusat hingga daerah.

Titik Api Dekati Delineasi IKN, Otorita Bentuk Satuan Reaksi Cepat Karhutla
Baca Juga

Titik Api Dekati Delineasi IKN, Otorita Bentuk Satuan Reaksi Cepat Karhutla

Sebanyak 8 pimpinan kementerian/lembaga pusat serta 10 pimpinan daerah termasuk gubernur, kapolda, pangdam, perwakilan Basarnas, BMKG, hingga BPBD hadir langsung di posko terpadu tersebut.

Dalam pemaparan laporan situasi terkini, Tenaga Ahli Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Brigjen TNI (Purn.) Asrianus Bulo membeberkan data pemantauan titik panas (hotspot) berdasarkan citra satelit dalam 24 jam terakhir:

  • Terdeteksi sebanyak 198 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi.
  • Tercatat 3.100 hotspot dengan tingkat kepercayaan menengah.
  • Sebanyak 406 hotspot dengan tingkat kepercayaan rendah.

Sebaran titik panas tersebut terpantau paling masif di wilayah sektor selatan (Kabupaten Ketapang, Kubu Raya, dan Kayong Utara) serta wilayah timur (Kabupaten Sanggau, Sintang, dan Sambas).

Menanggapi kondisi tersebut, pemerintah kembali menyiapkan langkah penanggulangan lanjutan. Setelah sempat dihentikan pada 11–18 Agustus 2026 akibat minimnya potensi awan, pemerintah bersama BMKG berencana kembali menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) menyusul prakiraan adanya potensi hujan ringan di wilayah timur Kalbar pada periode 23 hingga 27 Agustus 2026.

(Toni)