Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Soroti Karhutla hingga Kabel Semrawut, Mahasiswa Tagih Solusi Pemkot Pontianak

Hendrawan
Hendrawan
Selasa, 8 September 2026 · 10:191 menit baca
Soroti Karhutla hingga Kabel Semrawut, Mahasiswa Tagih Solusi Pemkot Pontianak
Mahasiswa temui Pemkot Pontianak soroti isu karhutla, air bersih, hingga kabel semrawut, Edi Rusdi Kamtono buka ruang kawal pembangunan dan inovasi. (Dok. Prokopim Pontianak)

Sejumlah persoalan krusial perkotaan, mulai dari krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla), pasokan air bersih, pengelolaan limbah, hingga semrawutnya kabel jaringan internet disorot tajam oleh Himpunan Mahasiswa Pontianak saat bertemu Pemerintah Kota Pontianak di Ruang Pontive Center, Senin, (7/9/2026).

Selain melontarkan kritik terhadap masalah lingkungan dan tata kota, perwakilan mahasiswa turut menyodorkan gagasan penyediaan perpustakaan mini di warung kopi guna menyesuaikan kultur Pontianak sebagai kota seribu warung kopi.

Tanggapan terbuka terhadap rentetan kritik dan saran dari kalangan intelektual muda tersebut disampaikan oleh Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono.

“Berbagai masukan, saran, dan kritikan dari teman-teman mahasiswa ini saya anggap sebagai hal yang sangat positif dan baik. Sebab, semua ini bertujuan untuk mendorong kemajuan Kota Pontianak,” ujarnya, Senin, (7/9/2026).

Lahan Terbakar Tembus 38 Ribu Hektare, Wagub Kalbar Desak Korporasi HGU Diselidiki
Baca Juga

Lahan Terbakar Tembus 38 Ribu Hektare, Wagub Kalbar Desak Korporasi HGU Diselidiki

Kesiapan pemerintah daerah untuk merangkul elemen pemuda dalam perumusan kebijakan publik jangka pendek hingga panjang diuraikan lebih mendalam dalam penjelasannya.

“Ke depannya, saya harapkan kita bisa terus berkolaborasi bersama, baik itu untuk rencana jangka pendek, jangka menengah, maupun jangka panjang,” katanya.

Keterlibatan mahasiswa dinilai strategis untuk mengoreksi jalannya program kerja birokrasi agar selaras dengan kebutuhan riil masyarakat di lapangan. Fungsi kontrol sosial mahasiswa sebagai pemicu percepatan pembenahan tata kelola kota ditegaskan kembali sebagai penutup pemaparan.

Belanja Membengkak Jadi Rp6,2 Triliun, APBD Perubahan Kalbar Kunci Anggaran Karhutla
Baca Juga

Belanja Membengkak Jadi Rp6,2 Triliun, APBD Perubahan Kalbar Kunci Anggaran Karhutla

“Peran mahasiswa sebagai agen perubahan untuk perbaikan ini merupakan hal yang positif, yang saya anggap dapat memotivasi kita semua untuk bergerak menjadi lebih baik dan lebih cepat,” pungkasnya.

(Hendrawan)