Sab, 22/08/26 · 07.21.40
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Terancam Karhutla di Ketapang, Empat Individu Orangutan Berhasil Dievakuasi

Roska Putra
Roska Putra
Sabtu, 22 Agustus 2026 · 13:221 menit baca
Terancam Karhutla di Ketapang, Empat Individu Orangutan Berhasil Dievakuasi
Empat individu orangutan yang terusir akibat karhutla di Ketapang berhasil dievakuasi tim gabungan BKSDA Kalbar dan YIARI ke habitat aman TNGP. (Dok. HO/TNP)

Tim gabungan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat, Balai Taman Nasional Gunung Palung (TNGP), Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI), serta warga mengevakuasi empat individu orangutan di Kabupaten Ketapang sepanjang Agustus 2026.

Penyelamatan satwa dilindungi tersebut dilakukan menyusul kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menghanguskan habitat alami dan memaksa satwa liar masuk ke area perkebunan warga.

Operasi terbaru pada Jumat, (21/8/2026) mengamankan tiga individu orangutan yang terjebak di kebun warga Desa Tanjung Pura, Kecamatan Muara Pawan. Ketiganya terdiri atas induk betina berusia sekitar 18 tahun, anak jantan berumur 8–10 bulan, serta betina remaja berumur sekitar 8 tahun.

Kalbar Dikepung 3.704 Titik Panas Karhutla, Prabowo Datang ke Kalbar
Baca Juga

Kalbar Dikepung 3.704 Titik Panas Karhutla, Prabowo Datang ke Kalbar

Proses pembiusan berlangsung sejak pagi hingga sore hari. Berdasarkan pemeriksaan medis tim dokter hewan YIARI, seluruh orangutan dinyatakan sehat dengan sifat liar yang terjaga, sehingga langsung ditranslokasikan ke kawasan aman di Taman Nasional Gunung Palung pada malam harinya melalui jalur sungai via dermaga Batu Barat.

Sebelumnya, pada Kamis, (6/8/2026), tim BKSDA Kalbar SKW I Ketapang bersama YIARI dan PT Mohairson Pawan Khatulistiwa (Mopakha) mengevakuasi satu individu orangutan jantan di perkebunan buah Desa Kuala Tolak, Kecamatan Matan Hilir Utara, yang kemudian dipindahkan ke kawasan bernilai konservasi tinggi (HCV).

Pemicu kemunculan orangutan ke permukiman warga akibat perusakan ruang hidup alami dipaparkan oleh seorang warga setempat, Morsali.

Lahan 15 Hektare Terbakar di Kendawangan Ketapang, Tim Gabungan Terjun Padamkan Api
Baca Juga

Lahan 15 Hektare Terbakar di Kendawangan Ketapang, Tim Gabungan Terjun Padamkan Api

Konflik satwa dan kebakaran sering berulang sejak pembukaan lahan dilakukan di sekitar wilayah permukiman pada musim kemarau, yang memaksa satwa liar mencari makan serta tempat berlindung akibat hilangnya habitat.

Pencegahan karhutla dan perlindungan keutuhan kawasan bernilai konservasi tinggi ditegaskan oleh Kepala Balai KSDA Kalimantan Barat demi menjaga keberlangsungan hidup manusia sekaligus kelestarian satwa liar.

(Roska)