Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Turnamen Bahasan Cup III Dibuka di GOR Tabrani Ahmad, Ratusan Pesilat Muda Pontianak Bersaing

Achmad Fatoni
Achmad Fatoni
Jumat, 14 Agustus 2026 · 16:181 menit baca
Turnamen Bahasan Cup III Dibuka di GOR Tabrani Ahmad, Ratusan Pesilat Muda Pontianak Bersaing
Wakil Wali Kota Pontianak buka Turnamen Pencak Silat Bahasan Cup III di GOR Tabrani Ahmad. Ajang pembinaan pesilat muda berprestasi dan berkarakter. (Dok. Prokopim Pontianak)

Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan resmi membuka Kejuaraan Pencak Silat Bahasan Cup III di GOR Kota Pontianak, Jalan Tabrani Ahmad, Jumat, (14/8/2026).

Ajang bela diri tradisional ini digelar sebagai wahana pembinaan atlet usia dini sekaligus panggung seleksi pesilat muda potensial di Kota Pontianak.

Pengurus Cabang Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Pontianak bersama para pelatih dan dewan juri mengarahkan turnamen ini untuk membentuk kematangan teknik serta ketahanan mental generasi muda.

Dewo Dirgantara Terpilih Pimpin PELTI Mempawah, Siapkan Atlet Tatap Porprov 2026
Baca Juga

Dewo Dirgantara Terpilih Pimpin PELTI Mempawah, Siapkan Atlet Tatap Porprov 2026

Pentingnya penguatan karakter dan etika bela diri ditekankan sebagai fondasi utama di luar target perebutan medali.

“Pencak silat bukan hanya soal bagaimana cara memukul, menangkis, atau memenangkan pertandingan. Di dalamnya ada nilai-nilai yang harus kita tanamkan sejak dini,” kata Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan, Jumat, (14/8/2026).

Penguasaan teknik bela diri warisan budaya bangsa tersebut ditegaskan harus berjalan selaras dengan sikap penghormatan terhadap norma sosial.

“Dalam pencak silat ada ajaran untuk menghormati orang tua, menghormati guru, menghormati yang lebih tua, dan menyayangi yang lebih muda,” katanya.

Presiden Prabowo Lepas 432 Atlet Indonesia ke Asian Games XX Aichi-Nagoya 2026
Baca Juga

Presiden Prabowo Lepas 432 Atlet Indonesia ke Asian Games XX Aichi-Nagoya 2026

Kedisiplinan bertanding serta integritas atlet di atas gelanggang menjadi tolok ukur utama evaluasi kompetisi.

“Bertandinglah dengan sportif. Prestasi harus diraih dengan semangat, kerja keras, dan tetap menjaga nilai-nilai luhur pencak silat,” pesannya.

Regenerasi atlet melalui kompetisi berjenjang dinilai menjadi kunci bagi IPSI Kota Pontianak untuk mengorbitkan atlet ke kancah regional, nasional, hingga internasional.

Pembentukan karakter sportif atlet muda diharapkan mampu menciptakan bibit olahragawan yang tidak hanya unggul secara fisik, namun juga matang secara moral.

“Kita ingin anak-anak muda Pontianak tidak hanya hebat di gelanggang, tetapi juga memiliki budi pekerti, disiplin, dan semangat menghargai sesama,” ujarnya.

Prabowo Cerita Dulu Saat Main Tenis Selalu Menang, Ternyata Anak Buah Sengaja Kalah
Baca Juga

Prabowo Cerita Dulu Saat Main Tenis Selalu Menang, Ternyata Anak Buah Sengaja Kalah

Dukungan kolaboratif antara pihak sekolah, orang tua, perguruan bela diri, dan induk cabang olahraga terus didorong guna menjaga kesinambungan pembinaan talenta lokal.

“Semoga Turnamen Bahasan Cup ini menjadi awal yang baik untuk melahirkan lebih banyak pesilat berprestasi dari Kota Pontianak,” pungkasnya.

(Tony)