Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Nasional

Prabowo Cerita Dulu Saat Main Tenis Selalu Menang, Ternyata Anak Buah Sengaja Kalah

Hendrawan
Hendrawan
Rabu, 9 September 2026 · 21:272 menit baca
Prabowo Cerita Dulu Saat Main Tenis Selalu Menang, Ternyata Anak Buah Sengaja Kalah
Presiden Prabowo Subianto lepas kontingen Asian Games 2026 di Istana Negara, selipkan kisah jenaka tenis dan minta atlet buktikan mental tangguh pantang menyerah. (Dok. Sekretariat Presiden)

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyisipkan kisah jenaka nan reflektif mengenai pengalamannya bermain tenis saat melepas ratusan atlet kontingen Indonesia untuk Asian Games 2026 di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu (9/9/2026). Di balik gelak tawa yang mengiringi cerita kekalahannya, terselip pesan kritis dari Kepala Negara bahwa di arena olahraga sejati, kemenangan ditentukan oleh ketangguhan murni, bukan hierarki atau pangkat.

Momen pelepasan yang biasanya kaku mencair ketika Prabowo membandingkan rekam jejak “kejayaannya” di lapangan tenis saat masih aktif di militer dengan realitas yang ia hadapi pasca pensiun. Ia menceritakan keheranannya karena selalu meraih kemenangan tak terkalahkan saat berstatus sebagai komandan, namun justru menjadi bulan-bulanan di lapangan setelah menanggalkan seragam militer.

“Waktu saya jadi komandan, habis itu bener, kalau tenis saya menang terus. Saya menang terus, waktu tenis waktu itu. Begitu saya pensiun, kaget saya, saya kalah terus,” ungkap Prabowo di hadapan para atlet.

Kemenangan semu masa lalunya perlahan terkuak. Prabowo baru menyadari bahwa rekor tak terkalahkannya bukan bersumber dari kehebatan tekniknya, melainkan karena keengganan dan rasa segan anak buahnya untuk menaklukkan sang atasan.

Diikuti 500 Atlet, Kejuaraan Taekwondo Piala Gubernur Kalbar 2026 Siap Digelar di Pontianak
Baca Juga

Diikuti 500 Atlet, Kejuaraan Taekwondo Piala Gubernur Kalbar 2026 Siap Digelar di Pontianak

“Rupanya ini kalau di tentara itu anak buah enggak berani ngalahin komandan itu. Saya merasa diri hebat waktu itu, tiap main sebagai waktu saya komandan itu menang terus. Begitu pensiun kalah terus,” jelasnya.

Realitas pahit namun mengundang tawa ini mencapai puncaknya ketika Prabowo mengadakan reuni. Di atas lapangan tenis, mantan anak buah dan rekan-rekan yang dulu pangkatnya berada di bawahnya mengambil kesempatan untuk membalas kekalahan masa lalu tanpa ragu.

“Habis itu teman-teman saya kan yang istilahnya pangkat ketinggalan, di situ saya diundang terus reuni main tenis saya dihabisin terus. Main tenis dapat 6-1, 6-1, 6-0, 6-1,” sambung Prabowo yang langsung disambut derai tawa para hadirin di Istana.

Namun, anekdot bernada self-deprecating (menertawakan diri sendiri) ini bukan tanpa tujuan. Cerita tersebut menjadi jembatan narasi yang tajam mengenai pentingnya sportivitas tanpa kompromi. Setelah mencairkan suasana dan menyerahkan bendera Merah Putih secara simbolis kepada perwakilan kontingen, nada bicara Presiden berubah serius.

Gelaran Bulu Tangkis Dunia di Pontianak Jadi Pelecut Prestasi Atlet Daerah
Baca Juga

Gelaran Bulu Tangkis Dunia di Pontianak Jadi Pelecut Prestasi Atlet Daerah

Prabowo menuntut para duta olahraga untuk membuang jauh mentalitas mudah mengalah dan membuktikan bahwa karakter asli bangsa Indonesia adalah petarung yang pantang menyerah di kompetisi level Asia.

“Saya ucapkan selamat, selamat berangkat, selamat mewakili negara dan bangsa, selamat berjuang. Buatlah yang terbaik untuk bangsamu, saudara-saudara. Berikan yang terbaik, saudara-saudara. Wakili bangsa kita, tunjukkan bahwa anak-anak Indonesia itu tangguh, semangat, tidak mengenal menyerah,” tegas Prabowo menutup arahannya.

(Hendrawan)