Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Tutup Pesparani Katolik III, Edi Rusdi Kamtono Tekankan Penguatan Moderasi Beragama

Hendrawan
Hendrawan
Sabtu, 19 September 2026 · 20:242 menit baca
Tutup Pesparani Katolik III, Edi Rusdi Kamtono Tekankan Penguatan Moderasi Beragama
Wali Kota Edi Rusdi Kamtono tutup Pesparani Katolik III di Pontianak; tegaskan nilai seni dan lagu gerejani sebagai sarana perkuat moderasi beragama masyarakat. (Dok. Prokopim Pontianak)

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menegaskan bahwa ajang Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik merupakan sarana strategis dalam mempererat silaturahmi lintas komunitas serta memperkokoh moderasi beragama di Kalimantan Barat, Sabtu, (19/9/2026).

Pernyataan tersebut disampaikannya saat menghadiri penutupan Pesparani Katolik ke-III sekaligus peringatan Hari Ulang Tahun ke-7 Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik (LP3K) di Aula Rumah Dinas Wakil Gubernur Kalbar.

Makna penting penyelenggaraan festival seni vokal gerejawi tersebut dijabarkan oleh Edi Rusdi Kamtono dalam sambutannya.

“Pesparani ini jangan hanya dimaknai sebagai mendengarkan atau menyanyikan lagu-lagu yang indah dan harmonis. Ini justru menjadi sarana meningkatkan keimanan sekaligus mempererat persaudaraan dan silaturahmi,” ujarnya, Sabtu, (19/9/2026).

Redam Ego Sektoral, Wawako Bahasan Minta Penyuluh Agama Perkuat Harmoni di Pontianak
Baca Juga

Redam Ego Sektoral, Wawako Bahasan Minta Penyuluh Agama Perkuat Harmoni di Pontianak

Sebagai ibu kota provinsi yang multietnis dan multikultural, Pontianak dinilai sebagai representasi keberagaman bangsa sehingga stabilitas toleransi perlu dijaga melalui agenda kebudayaan maupun pembinaan iman masyarakat secara berkesinambungan. Peran strategis kegiatan keagamaan dalam memupuk kerukunan sosial diuraikan lebih lanjut dalam keterangannya.

“Kegiatan seperti ini menjadi salah satu sarana untuk memperkuat moderasi. Dalam agama apa pun, kita diajarkan nilai kebaikan, kedamaian, dan saling menghormati,” jelasnya.

Menghadapi pesatnya arus digitalisasi informasi, kewaspadaan publik diingatkan agar tidak mudah terprovokasi oleh narasi provokatif yang dapat memicu friksi horizontal antargolongan di media daring. Dampak keterbukaan ruang digital terhadap persatuan warga dipaparkan dalam pesannya.

Resmikan Pastoran Mentebah di Kapuas Hulu, Wagub Krisantus Ajak Umat Cegah Karhutla
Baca Juga

Resmikan Pastoran Mentebah di Kapuas Hulu, Wagub Krisantus Ajak Umat Cegah Karhutla

“Sekarang kita berada di era digitalisasi. Media sosial sangat terbuka. Kalau digunakan untuk hal positif tentu sangat baik, tetapi kita juga harus waspada terhadap hal-hal yang bisa menimbulkan perpecahan,” katanya.

Apresiasi ditujukan kepada jajaran LP3K yang konsisten menjadi penggerak seni liturgi, sekaligus memberi motivasi kepada seluruh kontingen peserta lomba paduan suara. Semangat kompetisi yang sehat disuarakan dalam arahannya.

“Bagi yang mendapat nilai tertinggi saya ucapkan selamat. Yang belum, masih ada kesempatan tahun depan untuk terus berlatih dan meraih hasil yang lebih baik,” katanya.

Harapan terhadap kesinambungan acara dan penguatan kerukunan daerah disampaikan sebagai penutup rangkaian kegiatan.

“Semoga kegiatan ini terus membawa berkat, memperkuat iman, dan semakin mempererat kebersamaan kita di Kota Pontianak,” pungkasnya.

Pemerintah Kota Pontianak berkomitmen untuk terus memfasilitasi kegiatan keagamaan, sosial, seni, dan kepemudaan guna memastikan harmoni sosial masyarakat tetap terpelihara dengan baik.

(Hendrawan)