Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Wali Kota Pontianak Tinjau Sekolah Rakyat saat Kabut Asap Mengancam

Achmad Fatoni
Achmad Fatoni
Rabu, 23 September 2026 · 19:562 menit baca
Wali Kota Pontianak Tinjau Sekolah Rakyat saat Kabut Asap Mengancam
Wali Kota Edi Rusdi Kamtono tinjau Sekolah Rakyat di Pontianak Utara saat kabut asap mengancam; pastikan kesehatan siswa terlindungi dan kebutuhan dasar tercukupi. (Dok. Prokopim Pontianak)

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengunjungi Sekolah Rakyat di wilayah Pontianak Utara guna meninjau langsung kondisi para siswa sekaligus memastikan hak kebutuhan dasar serta kesehatan mereka tetap terpenuhi di tengah ancaman kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Rabu, (23/9/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Edi berinteraksi langsung dengan para peserta didik untuk menanyakan kondisi fisik, ketersediaan kebutuhan logistik sehari-hari, serta keberlangsungan agenda belajar yang tengah dijalani agar lingkungan pendidikan tetap aman dan tertib.

Prioritas keselamatan dan kelancaran kegiatan belajar mengajar siswa dipaparkan oleh Edi Rusdi Kamtono dalam peninjauan tersebut.

“Yang paling penting anak-anak ini tetap sehat, kebutuhan mereka terpenuhi, dan proses belajar tetap berjalan dengan baik,” ujarnya, Rabu, (23/9/2026).

Izin Dibekukan Imbas Karhutla, PT HKI Gandeng Fakultas Kehutanan Untan Pulihkan Lahan Konsesi
Baca Juga

Izin Dibekukan Imbas Karhutla, PT HKI Gandeng Fakultas Kehutanan Untan Pulihkan Lahan Konsesi

Memburuknya kualitas udara di Kalimantan Barat dinilai menuntut pengawasan ekstra terhadap kelompok usia rentan, terutama guna mendeteksi gejala gangguan pernapasan seperti batuk, sesak napas, hingga iritasi mata sejak dini.

Langkah preventif seperti pembatasan aktivitas luar ruang, kedisiplinan pemakaian masker medis, pemenuhan cairan tubuh, serta kesiapsiagaan posko kesehatan diinstruksikan kepada pihak pengelola asrama dan sekolah.

“Anak-anak harus dijaga, dipastikan cukup minum, menggunakan masker, dan kalau ada keluhan kesehatan segera ditangani,” katanya.

Peringati Kulminasi Matahari, Pemkot Pontianak Salurkan 1.000 Paket Sembako dan Air Bersih
Baca Juga

Peringati Kulminasi Matahari, Pemkot Pontianak Salurkan 1.000 Paket Sembako dan Air Bersih

Selain mitigasi dampak polusi udara, sarana penunjang mulai dari asupan makanan bergizi, kelayakan tempat tinggal, hingga fasilitas pembelajaran diperiksa langsung guna menjamin fungsi pembinaan berjalan maksimal. Peran strategis institusi pendidikan alternatif tersebut dalam mengangkat masa depan generasi muda diuraikan dalam keterangannya.

“Kita ingin mereka tidak hanya sekolah, tetapi juga merasa diperhatikan. Kebutuhan dasarnya harus cukup, kesehatannya terjaga, dan mereka tetap semangat belajar,” ujarnya.

Motivasi belajar terus ditanamkan kepada para peserta didik agar dinamika cuaca ekstrem kemarau tidak meredupkan optimisme dalam menuntaskan pendidikan. Koordinasi lintas perangkat daerah ditekankan agar pengawasan logistik dan pendampingan medis tidak mengalami kendala.

“Jangan sampai ada kebutuhan yang terabaikan, terutama kesehatan mereka di tengah kondisi seperti sekarang,” pungkasnya.

Pemerintah Kota Pontianak memastikan pemantauan berkala akan terus dilakukan bersama pengelola Sekolah Rakyat hingga kondisi kabut asap di wilayah Pontianak Utara dinyatakan benar-benar mereda.

(Tony)