Sel, 04/08/26 · 12.33.19
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

YSDK dan BPBD Bengkayang Latih Warga Desa Tamong Bencana Berbasis GEDSI

Dayank Ana Sebalu
Dayank Ana Sebalu
Rabu, 29 Juli 2026 · 18:261 menit baca
YSDK dan BPBD Bengkayang Latih Warga Desa Tamong Bencana Berbasis GEDSI
YSDK dan BPBD Kabupaten Bengkayang menggelar pelatihan pengurangan risiko bencana berbasis GEDSI untuk membentuk Desa Tamong tangguh bencana dan iklim. (Dok. YSDK)

Yayasan Swadaya Dian Khatulistiwa (YSDK) berkolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bengkayang menggelar Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana Berbasis Gender Equality, Disability, and Social Inclusion (GEDSI) di Desa Tamong, Kecamatan Siding, Kabupaten Bengkayang, Rabu (15/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari hingga Jumat (17/7/2026) tersebut menerapkan metode Participatory Assessment of Climate and Disaster Risk (PACDR).

Melalui pendekatan tersebut, warga diajak mengidentifikasi potensi ancaman, kerentanan, serta kapasitas desa sebelum merumuskan peta risiko bencana dan Rencana Kerja Tindak Lanjut (RKTL) sebagai sarana adaptasi perubahan iklim.

Inflasi Kalbar Tembus 3,18 Persen Tertinggi Di Kalimantan, BPS Catat Sektor Ekspor dan Nilai Tukar Petani Sukses Tahan Guncangan Ekonomi
Baca Juga

Inflasi Kalbar Tembus 3,18 Persen Tertinggi Di Kalimantan, BPS Catat Sektor Ekspor dan Nilai Tukar Petani Sukses Tahan Guncangan Ekonomi

Integrasi perspektif GEDSI ditekankan agar kelompok rentan seperti perempuan, anak-anak, penyandang disabilitas, hingga lansia dapat berpartisipasi setara dalam kesiapsiagaan bencana desa.

Respons positif dan apresiasi atas keterlibatan kelompok rentan di wilayah perbatasan tersebut disampaikan oleh pihak BPBD Kabupaten Bengkayang.

“Kesannya luar biasa bisa bekerjasama dengan YSDK bisa menolong warga Tamong memahami penanggulangan bencana terlebih melibatkan GEDSI dalam penanggulangan bencana. Pesan agar lebih banyak pihak yang peduli penanggulangan bencana terlebih di daerah terpencil,” kata Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Bengkayang Yayat Sutiawan, Jumat (17/7/2026).

Upaya mewujudkan desa yang inklusif dan tangguh iklim tersebut dijalankan melalui sinergi berkelanjutan antara BPBD Kabupaten Bengkayang, Pemerintah Desa Tamong, Pokja ProKlim SADAR ALAM, alumni PACDR, serta elemen masyarakat setempat.

(Dayank Ana)