Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Selatan

Tekan Biaya Rujukan ke Jawa, RSUD Ansal Kalsel Siapkan Pembangunan Menara Kedokteran Nuklir

Achmad Fatoni
Achmad Fatoni
Senin, 19 Oktober 2026 · 17:161 menit baca
Tekan Biaya Rujukan ke Jawa, RSUD Ansal Kalsel Siapkan Pembangunan Menara Kedokteran Nuklir
Suasana aktivitas petugas medis dan perawat di area pos perawat (nurse station) RSUD dr. H. Moch. Ansari Saleh, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. (Dok. Rizki/TNP)

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus mematangkan rencana pembangunan Pusat Jantung Terpadu dan Kedokteran Nuklir di RSUD dr. H. Moch. Ansari Saleh (Ansal), Banjarmasin.

Proyek strategis ini ditargetkan mulai dibangun pada 2027 dan beroperasi pada awal 2029 untuk memperkuat rujukan kesehatan di kawasan Kalimantan.

Direktur RSUD dr. H. Moch. Ansari Saleh dr. Tabiun Huda menjelaskan bahwa fasilitas ini dirancang terintegrasi di atas lahan seluas 5.407 meter persegi guna mengefisiensikan alur penanganan pasien.

“Konsepnya dibangun dalam satu kawasan agar alur diagnosis dan terapi lebih efisien. Jadi, pelayanan tidak terpisah-pisah sehingga penanganan pasien bisa lebih optimal,” kata Tabiun Huda.

Kalsel Siapkan Aplikasi Pengaduan dan Sosialisasi Anti-Kekerasan di 14 Sekolah dan Kampus
Baca Juga

Kalsel Siapkan Aplikasi Pengaduan dan Sosialisasi Anti-Kekerasan di 14 Sekolah dan Kampus

Berdasarkan desain awal, kawasan kesehatan ini akan terdiri dari dua gedung menara dengan total luas bangunan 13.799 meter persegi.

Menara A difungsikan sebagai Pusat Jantung Terpadu delapan lantai, sedangkan Menara B dialokasikan untuk layanan kedokteran nuklir dan fasilitas rawat inap.

Guna menunjang operasional fasilitas tersebut, pihak rumah sakit secara bertahap mulai menyiapkan ketersediaan sumber daya manusia (SDM) dan dokter spesialis melalui kerja sama antar-rumah sakit serta program pendidikan spesialis lanjutan.

“Kami menyiapkan SDM secara bertahap, termasuk melalui kerja sama dengan rumah sakit lain dan mengusulkan dokter-dokter muda untuk mengambil pendidikan spesialis yang dibutuhkan,” kata Tabiun Huda.

Sinarmas Kerahkan Personel dan Bangun Tiga Sumur Bor untuk Bantu Penanganan Karhutla di Banjarbaru
Baca Juga

Sinarmas Kerahkan Personel dan Bangun Tiga Sumur Bor untuk Bantu Penanganan Karhutla di Banjarbaru

Kehadiran Pusat Jantung Terpadu ini diharapkan dapat memangkas beban biaya transportasi dan akomodasi warga Kalimantan Selatan yang selama ini harus merujuk tindakan bedah jantung kompleks ke Pulau Jawa.

“Kalau layanan ini tersedia di Kalimantan Selatan, waktu pelayanan bisa lebih cepat dan biaya yang harus dikeluarkan masyarakat untuk perjalanan serta tinggal di luar daerah dapat ditekan,” ujar Tabiun Huda.

(Toni)