Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah menolak meliburkan aktivitas kegiatan belajar mengajar di tengah pekatnya kepungan kabut asap kebakaran hutan dan lahan dengan alasan menjaga keberlangsungan operasional Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) dan kantin sekolah.
Kebijakan tersebut menuai gelombang kemarahan publik dan warganet di media sosial lantaran dinilai mengorbankan keselamatan organ pernapasan anak demi menjaga target distribusi program konsumsi.
Kekhawatiran lumpuhnya operasional dapur penyedia makanan gratis apabila kegiatan tatap muka dihentikan diuraikan secara lugas oleh Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah Muhammad Reza Prabowo.
“Ketika sekolah libur dikarenakan asap, akan mengakibatkan dapur dapur MBG mati, kantin kantin mati,” ujarnya.
