Pemerintah Kecamatan Maratua di Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur, mengoptimalkan pemanfaatan fenomena alam kawasan karst Goa Halo Tabung di Kampung Payung-Payung. Situs alam tersebut kini dikembangkan secara khusus sebagai wahana edukasi geologi dan laboratorium hidup untuk menjaring kunjungan wisatawan serta peneliti lintas disiplin ilmu.
Destinasi yang memiliki karakteristik geologis berupa bentangan kolam alami sedalam 25 meter ini terbentuk dari proses pelarutan batu kapur secara perlahan selama ribuan tahun. Ekosistem air payau di dalam gua tersebut memiliki keunikan karena volumenya sangat bergantung pada dinamika pasang surut air laut yang merembes melalui celah bebatuan pesisir pulau.
Camat Maratua Ashari menjelaskan bahwa situs konservasi ini menyimpan potensi sains yang tinggi terkait sejarah pembentukan struktur bumi purba di wilayah kepulauan terluar Kaltim.
“Keberadaan gua karst ini tidak hanya sekadar menawarkan keindahan pesona alam semata, tetapi juga difungsikan menjadi laboratorium hidup yang sangat kaya akan nilai edukasi tentang sejarah pembentukan bumi kita. Melalui proses pelarutan batuan di sepanjang retakan dan celah tanah secara perlahan tersebut, alam pada akhirnya membentuk sebuah cekungan mengerucut ke bawah hingga mencapai kedalaman sekitar 25 meter,” kata Ashari, Sabtu, (18/7/2026).
