Min, 19/07/26 · 21.16.32
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Timur

Pemerintah Kecamatan Maratua Optimalkan Goa Halo Tabung Jadi Wahana Edukasi Geologi

Dayank Ana Sebalu
Dayank Ana Sebalu
Minggu, 19 Juli 2026 · 17:162 menit baca
Pemerintah Kecamatan Maratua Optimalkan Goa Halo Tabung Jadi Wahana Edukasi Geologi
Pemerintah Kecamatan Maratua mengoptimalkan Goa Halo Tabung di Berau sebagai wahana edukasi geologi berbasis ekosistem karst dan kearifan lokal Suku Bajau. (Dok. Ist)

Pemerintah Kecamatan Maratua di Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur, mengoptimalkan pemanfaatan fenomena alam kawasan karst Goa Halo Tabung di Kampung Payung-Payung. Situs alam tersebut kini dikembangkan secara khusus sebagai wahana edukasi geologi dan laboratorium hidup untuk menjaring kunjungan wisatawan serta peneliti lintas disiplin ilmu.

Destinasi yang memiliki karakteristik geologis berupa bentangan kolam alami sedalam 25 meter ini terbentuk dari proses pelarutan batu kapur secara perlahan selama ribuan tahun. Ekosistem air payau di dalam gua tersebut memiliki keunikan karena volumenya sangat bergantung pada dinamika pasang surut air laut yang merembes melalui celah bebatuan pesisir pulau.

Camat Maratua Ashari menjelaskan bahwa situs konservasi ini menyimpan potensi sains yang tinggi terkait sejarah pembentukan struktur bumi purba di wilayah kepulauan terluar Kaltim.

“Keberadaan gua karst ini tidak hanya sekadar menawarkan keindahan pesona alam semata, tetapi juga difungsikan menjadi laboratorium hidup yang sangat kaya akan nilai edukasi tentang sejarah pembentukan bumi kita. Melalui proses pelarutan batuan di sepanjang retakan dan celah tanah secara perlahan tersebut, alam pada akhirnya membentuk sebuah cekungan mengerucut ke bawah hingga mencapai kedalaman sekitar 25 meter,” kata Ashari, Sabtu, (18/7/2026).

KPID Kaltim dan BRIN Gelar Bimtek Penyiaran Hadapi Tantangan Konvergensi Media
Baca Juga

KPID Kaltim dan BRIN Gelar Bimtek Penyiaran Hadapi Tantangan Konvergensi Media

Konektivitas Maritim dan Aspek Kebaharian Suku Bajau
Secara geografis, letak bibir daratan gua karst tersebut hanya terpaut jarak sekitar 50 meter dari laut lepas. Kedekatan jarak ini menjaga stabilitas volume air kolam secara alami sepanjang waktu.

Selain menonjolkan aspek sains riwayat batuan kapur, tata kelola destinasi ini mengintegrasikan kearifan lokal dalam sistem penamaannya. Kata Halo dalam bahasa Suku Bajau merujuk pada makna laguna, sedangkan kata Tabung merepresentasikan jenis ikan kakap atau ikan tompel yang menjadi komoditas tangkapan nelayan tradisional setempat.

Otoritas kecamatan memproyeksikan perpaduan antara literasi sains dan warisan tradisi lisan sebagai instrumen mitigasi guna menekan risiko kerusakan lingkungan perairan karst akibat aktivitas pariwisata massal.

“Jarak bibir daratan gua dengan laut lepas yang hanya terpaut sekitar 50 meter membuat volume ketersediaan air di dalam kolam selalu terjaga kelestariannya secara alami sepanjang waktu. Penyematan identitas bahasa lokal pada nama situs geologi ini menjadi cara efektif kami untuk terus merawat warisan tradisi lisan serta identitas kebaharian masyarakat pesisir Maratua,” urai Ashari.

YJI Kaltim Rencanakan Pembentukan Klinik Jantung Pratama di Samarinda
Baca Juga

YJI Kaltim Rencanakan Pembentukan Klinik Jantung Pratama di Samarinda

Melalui standardisasi tata ruang wisata berbasis edukasi ini, pengunjung didorong untuk memiliki kesadaran ekologis yang lebih tinggi terhadap pentingnya menjaga stabilitas ekosistem pulau kecil.

“Kami sangat berharap setiap wisatawan yang datang tidak cuma berlibur menikmati keindahan airnya, tetapi pulang membawa tambahan wawasan baru tentang betapa pentingnya menjaga ekosistem kawasan karst ini,” pungkas Ashari.

(Dayank Ana)