Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Lingkungan

Dukung Pengelolaan Pesisir Berkelanjutan, Delegasi Norwegia dan KKP Tinjau Karbon Biru di Demak

Roska Putra
Roska Putra
Minggu, 11 Oktober 2026 · 16:461 menit baca
Dukung Pengelolaan Pesisir Berkelanjutan, Delegasi Norwegia dan KKP Tinjau Karbon Biru di Demak
Rombongan delegasi Norwegia dan KKP menyusuri jalur jembatan kayu di kawasan konservasi ekosistem mangrove Demak. (Dok. Instagram/@balaipkpontianak)

Delegasi Norwegia bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta pemangku kepentingan terkait melaksanakan kunjungan lapangan ke lokasi konservasi ekosistem karbon biru di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Sabtu (10/10/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Ocean Accounts and High-Integrity Blue Carbon dalam kerangka kerja sama Indonesia–Norwegia melalui program Oceans for Development.

Rangkaian kunjungan diawali di kawasan mangrove Desa Tambakbulusan, Kecamatan Karangtengah, guna meninjau kondisi ekosistem serta upaya rehabilitasi berbasis masyarakat.

Meski memiliki potensi mangrove yang luas, kawasan ini masih dihadapkan pada ancaman abrasi, banjir rob, penurunan muka tanah, hingga tantangan rendahnya tingkat keberhasilan penanaman.

Dukung Pemetaan Karbon Biru, Balai PK Pontianak Gelar Pelatihan Drone dan Data Spasial di Yogyakarta
Baca Juga

Dukung Pemetaan Karbon Biru, Balai PK Pontianak Gelar Pelatihan Drone dan Data Spasial di Yogyakarta

Selanjutnya, rombongan meninjau kawasan tambak silvofishery di Gojoyo, Desa Wedung. Kawasan tersebut mengintegrasikan perlindungan mangrove dengan budidaya komoditas ekonomi seperti ikan bandeng, udang, rumput laut, dan kepiting bakau sebagai model pemanfaatan pesisir yang ramah lingkungan.

Dalam kesempatan tersebut, digelar pula diskusi bersama pemerintah daerah dan warga setempat guna membahas potensi pengembangan karbon biru di Kabupaten Demak dan Jepara. Topik utama mencakup strategi konservasi, pengelolaan tambak berkelanjutan, serta solusi atas tantangan lingkungan pesisir.

Melalui kunjungan lapangan ini, integrasi ekosistem mangrove dan tambak silvofishery di Demak diharapkan mampu memperkuat tata kelola karbon biru serta menjamin keberlanjutan manfaat ekologis dan sosial-ekonomi bagi masyarakat setempat.

(roska)