Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto memaparkan sejumlah strategi mitigasi bencana hidrometeorologi kering dalam Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Kekeringan di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Jumat, (24/7/2026).
Langkah antisipasi tersebut disiapkan menyusul adanya prediksi potensi fenomena El Nino yang diperkirakan mulai berkembang sejak pertengahan 2026 dan mencapai puncaknya pada akhir tahun.
“BNPB sepakat dengan gubernur dan para bupati dan walikota. Dalam menghadapi ancaman kekeringan yang diakibatkan El Nino, kita sepakat untuk mempersiapkan diri sebaik-baiknya,” ujar Suharyanto, Jumat, (24/7/2026).
Suharyanto menjelaskan, skema mitigasi sebelum bencana terjadi mencakup operasi modifikasi cuaca selama potensi awan hujan masih tersedia. Sementara untuk kawasan yang terdampak kekeringan, fokus utama diarahkan pada pembuatan sumur bor berkedalaman minimal 100 meter, pengadaan mobil tangki air, pipa, serta tandon penampungan air.

