Sab, 25/07/26 · 04.29.21
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Nasional

Antisipasi El Nino, BNPB Siapkan Sumur Bor dan Modifikasi Cuaca di NTB

Dayank Ana Sebalu
Dayank Ana Sebalu
Sabtu, 25 Juli 2026 · 09:582 menit baca
Antisipasi El Nino, BNPB Siapkan Sumur Bor dan Modifikasi Cuaca di NTB
BNPB menyiapkan operasi modifikasi cuaca dan pembangunan sumur bor guna mengantisipasi puncak El Nino 2026 di Nusa Tenggara Barat. (Dok. BNPB)

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto memaparkan sejumlah strategi mitigasi bencana hidrometeorologi kering dalam Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Kekeringan di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Jumat, (24/7/2026).

Langkah antisipasi tersebut disiapkan menyusul adanya prediksi potensi fenomena El Nino yang diperkirakan mulai berkembang sejak pertengahan 2026 dan mencapai puncaknya pada akhir tahun.

“BNPB sepakat dengan gubernur dan para bupati dan walikota. Dalam menghadapi ancaman kekeringan yang diakibatkan El Nino, kita sepakat untuk mempersiapkan diri sebaik-baiknya,” ujar Suharyanto, Jumat, (24/7/2026).

Suharyanto menjelaskan, skema mitigasi sebelum bencana terjadi mencakup operasi modifikasi cuaca selama potensi awan hujan masih tersedia. Sementara untuk kawasan yang terdampak kekeringan, fokus utama diarahkan pada pembuatan sumur bor berkedalaman minimal 100 meter, pengadaan mobil tangki air, pipa, serta tandon penampungan air.

Pulihkan Pasca-Konflik Adonara Barat, BNPB Serahkan 52 Unit Hunian Tetap di Flores Timur
Baca Juga

Pulihkan Pasca-Konflik Adonara Barat, BNPB Serahkan 52 Unit Hunian Tetap di Flores Timur

“Yang utama adalah sumur bornya, karena sumur untuk kebutuhan masyarakat banyak. Tapi jika digali tidak ada air, pipanisasi tidak bisa karena daerahnya sangat kering, satu-satunya jalan keluar dengan distribusi air bersih menggunakan tangki air,” tutur Suharyanto.

Suharyanto mengapresiasi Pemerintah Provinsi NTB yang memasukkan penanggulangan bencana sebagai prioritas strategis dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029. Dalam kesempatan itu, BNPB menyalurkan bantuan berupa pompa alkon, pompa pendorong, tandon air, pipa, hingga paket sembako bagi daerah bernstatus siaga darurat.

“Rapat koordinasi ini sebagai bentuk komitmen pemerintah provinsi dan kabupaten kota. Bagi kami betul-betul luar biasa dengan adanya komitmen menggembirakan, karena untuk bencana ini gubernur sudah masuk dalam pembahasan RPJMD per lima tahun. Hal ini mungkin menjadi contoh bagi pemerintah provinsi dan kabupaten kota lain, yang masih belum memasukan atau mempertimbangkan adanya kajian risiko bencana,” tegas Suharyanto.

Longsor Putus Akses 1.507 Warga Krayan Selatan, Pemkab Nunukan Tetapkan Status Tanggap Darurat
Baca Juga

Longsor Putus Akses 1.507 Warga Krayan Selatan, Pemkab Nunukan Tetapkan Status Tanggap Darurat

Usai rapat koordinasi, Suharyanto meninjau sirene sistem peringatan dini tsunami (Early Warning System) yang terpasang sejak 2025 di Kawasan Wisata Taman Loang Baloq, Kelurahan Tanjung Karang. Perangkat pendeteksi otomatis yang terhubung dengan sensor gempa dan perubahan muka air laut tersebut diuji coba secara rutin setiap tanggal 26 oleh BPBD setempat guna memastikan fungsionalitas alat.

(Dayank Ana)