Sab, 08/08/26 · 12.33.34
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Nasional

BNPB Catat Karhutla Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia

Dayank Ana Sebalu
Dayank Ana Sebalu
Sabtu, 8 Agustus 2026 · 18:031 menit baca
BNPB Catat Karhutla Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia
BNPB catat serangkaian karhutla di Simalungun, Klaten, Luwu, hingga TNGGP. Pendakian Gunung Gede Pangrango ditutup sementara demi keselamatan. (Dok. BNPB)

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat rangkaian kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda sejumlah wilayah di Indonesia dalam rentang waktu Jumat (7/8/2026) hingga Sabtu, (8/8/2026) pukul 07.00 WIB.

Peristiwa kebakaran lahan pertama dilaporkan terjadi di Hutan Baru Marandor Nagori Tigaras, Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Jumat (7/8/2026) pukul 18.45 WIB.

Kebakaran seluas satu hektare di lahan pertanian masyarakat tersebut berhasil dipadamkan sepenuhnya oleh tim gabungan BPBD setempat bersama petugas pemadam kebakaran.

Di Jawa Tengah, karhutla menghanguskan satu hektare lahan di Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Jumat (7/8/2026) pukul 11.15 WIB, yang kini penyebabnya masih diselidiki pihak berwajib.

Karhutla Marak di Empat Provinsi, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup
Baca Juga

Karhutla Marak di Empat Provinsi, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup

Kejadian serupa melanda Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, tepatnya di Desa Sakti, Kecamatan Bua dan Desa Padang Kalua, Kecamatan Lamasi.

Api yang membakar lahan seluas 1,5 hektare di lokasi tersebut berhasil dipadamkan total oleh BPBD Kabupaten Luwu bersama Damkarmat Sektor Walenrang dan Ponrang.

Sementara itu, karhutla seluas satu hektare juga melanda kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) di wilayah Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Karhutla, Kekeringan, dan KLB DBD Melanda Berbagai Daerah di Indonesia
Baca Juga

Karhutla, Kekeringan, dan KLB DBD Melanda Berbagai Daerah di Indonesia

Penanganan darurat langsung disikapi otoritas kawasan melalui penutupan sementara jalur pendakian bagi para wisatawan.

Langkah keselamatan tersebut dituangkan dalam Surat Edaran Nomor SE.18 Tahun 2026 tentang penutupan kegiatan pendakian dalam rangka penanganan kebakaran di Alun-Alun Suryakencana TNGGP.

Merespons maraknya bahaya hidrometeorologi kering, BNPB merilis imbauan kewaspadaan bagi seluruh lapisan masyarakat di daerah rawan bencana.

Warga dilarang keras membuka lahan dengan cara membakar serta diminta segera melapor ke pihak berwenang apabila mendeteksi adanya titik api.

Pemanfaatan pasokan air secara bijak juga ditekankan guna mengantisipasi ancaman krisis kekeringan yang meluas.

Pendistribusian air bersih menggunakan mobil tangki disiapkan sebagai langkah penanganan jangka pendek, di samping dorongan memanen air hujan selagi peluang pembentukan awan masih ada.

(Dayank Ana)