Wagub Kalbar Krisantus Kurniawan saat meninjau sampel air bersih hasil olahan PMI. (Dok. HO/TNP)
Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, meninjau langsung pembangunan instalasi pengolahan air bersih yang disiapkan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Kalimantan Barat di kawasan TMP Patria Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Selasa (22/9/2026).
Dalam peninjauan ini, Wagub Krisantus didampingi oleh jajaran Pengurus PMI Kalbar serta Pimpinan Balai Wilayah Sungai Kalimantan I (BWSK I).
Wagub Krisantus melihat secara langsung tahapan pengolahan air baku mulai dari proses penyaringan hingga menghasilkan air yang jernih dan layak digunakan oleh masyarakat.
Air hasil olahan tersebut kemudian ditampung dalam tangki dan dimuat ke dalam truk untuk didistribusikan kepada warga yang membutuhkan. Meski sudah jernih, ia mengingatkan agar air tersebut tetap dimasak terlebih dahulu sebelum dikonsumsi.
Alat berat di area sekitar lokasi peninjauan infrastruktur air. (Dok. HO/TNP)
Ia memberikan apresiasi tinggi kepada PMI Kalbar yang dinilai melakukan inovasi luar biasa dengan memperluas aksi kemanusiaannya dalam penyediaan air bersih di tengah masyarakat.
“Pertama, saya mengapresiasi PMI yang sudah melakukan ekspansi. Selama ini kalau kita mendengar PMI, yang terbayang adalah urusan darah. Tetapi kali ini bukan hanya darah. PMI juga menyediakan air bersih. Ini sebuah inovasi yang luar biasa dan patut kita apresiasi,” tutur Krisantus.
Kendati mengapresiasi langkah tanggap darurat tersebut, Wagub menegaskan bahwa bantuan air bersih darurat tidak boleh menjadi satu-satunya solusi.
Persoalan air payau yang kerap melanda sejumlah wilayah secara rutin setiap tahun harus diselesaikan melalui perencanaan infrastruktur yang berkelanjutan.
Menurutnya, kondisi air yang menjadi payau dan terasa asin tidak hanya mengganggu kebutuhan domestik sehari-hari, tetapi juga berisiko merusak peralatan rumah tangga, mesin, hingga pompa air warga.
Skema alur produksi dan pengolahan air bersih di instalasi PMI. (Dok. HO/TNP)
Menyikapi hal tersebut, Wagub Krisantus secara tegas meminta Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kalimantan Barat untuk segera mengkaji pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum(SPAM) regional yang mampu melayani kebutuhan air bersih lintas kabupaten.
“Kedepan saya meminta kepada Bapperida, yang tadi juga hadir, untuk segera membuat pengkajian bagaimana kita bisa memprogramkan satu SPAM regional yang dapat melayani beberapa kabupaten untuk menyediakan air bersih,” pintanya.
Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat siap mengambil langkah proaktif dengan berkoordinasi langsung bersama kementerian terkait di tingkat pusat guna memperjuangkan realisasi pembangunan infrastruktur air bersih jangka panjang tersebut.
“Daripada setiap tahun kita hanya mengeluarkan anggaran untuk penanganan, kenapa kita tidak mencari solusi jangka panjang untuk penyediaan air bersih, air yang tidak payau bagi masyarakat,” pungkasnya.